Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kinerja bank umum, dan Kredit & NPL bank umum

Kinerja bank umum, dan Kredit & NPL bank umum

KREDIT MODAL KERJA, KREDIT INVESTASI, DAN KREDIT KONSUMSI MELAMBAT

Kredit Korporasi Cuma Tumbuh 9,4%

Abdul Aziz, Senin, 30 September 2019 | 13:10 WIB

JAKARTA, Investor.id - Kredit kepada korporasi pada Agustus 2019 hanya tumbuh 9,4% secara tahunan (year on year/yoy), melambat dibandingkan 11,4% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Adapun kredit kepada debitur perorangan tumbuh 8,8% (yoy) pada Agustus 2019, lebih rendah dibandingkan 9,2% (yoy) pada bulan sebelumnya. Alhasil, kredit perbankan secara keseluruhan pada Agustus 2019 juga melambat. Penyaluran kredit pada periode itu hanya mencapai Rp 5.489,6 triliun (outstanding), tumbuh 8,6% (yoy).

“Angka tersebut  lebih rendah dibandingkan 9,7% (yoy) pada bulan sebelumnya,” demikian Bank Indonesia (BI) dalam Analisis Perkembangan Uang Beredar yang dipublikasikan Senin (30/9) hari ini.

BI menjelaskan, perlambatan pertumbuhan kredit terjadi pada seluruh jenis penggunaan, yaitu kredit modal kerja (KMK), kredit investasi (KI), dan kredit konsumsi (KK).

KMK, menurut BI, tumbuh melambat dari 9,0% (yoy) menjadi 7,5% (yoy) pada Agustus 2019. Perlambatan terutama terjadi pada sektor perdagangan, hotel, dan restoran (PHR), serta sektor industri pengolahan (manufaktur). KMK sektor PHR melambat dari 7,4% (yoy) menjadi 6,0% (yoy) pada Agustus 2019, khususnya kredit yang disalurkan kepada subsektor perdagangan ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Sumatera Utara.

“KMK kepada sektor industri pengolahan juga mengalami perlambatan dari 12,6 % (yoy) menjadi 11,2% (yoy), utamanya pada subsektor industri minyak goreng dan CPO di wilayah Sumatera Selatan dan Banten,” papar BI.

KI, demikian BI, melambat dari 13,8% (yoy) pada Juli 2019 menjadi 12,7% pada Agustus 2019 (yoy), terutama berasal dari sektor PHR serta sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan.

Sektor PHR mengalami perlambatan dari 7,2% (yoy) pada Juli 2019 menjadi 5,0% (yoy), khususnya pada subsektor ekspor CPO di Sumatera Utara. Sedangkan sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan meningkat 7,8% (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya 8,3% (yoy) yang disebabkan subsektor perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat dan Sumatera Barat.

Adapun KK pada Agustus 2019 melambat dari 7,3% (yoy) menjadi 7,0% (yoy). Perlambatan KK terutama dipicu perlambatan kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), serta kredit multiguna.

 

Baca juga:

Penyaluran Kredit Turun, Likuiditas Perekonomian Tumbuh Melambat

Kredit KPR, KPA, dan Real Estat Melambat

Usaha Mikro dan Kecil Tertekan, Usaha Menengah Masih Ekspansif

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA