Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Memulai Investasi Saham dengan Dana Kecil

Gora Kunjana, Sabtu, 7 Oktober 2017 | 09:36 WIB

Tren menurunnya suku bunga deposito mendorong masyarakat untuk mencari alternatif investasi baru. Pasar modal dan obligasi pun menjadi salah satu pilihan untuk meng-counter dampak dari penurunan suku bunga deposito.

 

Menurut Edy Kuntardjo, saat ini deposito memang masih menjadi pilihan masyarakat yang tercermin pada pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan.

 

"Ke depan, jika suku bunga terus turun dan literasi investasi lebih banyak pilihan, maka berpotensi membuat persaingan menghimpun DPK semakin ketat," kata Presiden Direktur PT Bank Ina Perdana Tbk ini di Jakarta, Jumat (6/10).

 

Apalagi, perbankan juga menghadapi berbagai tantangan dalam menghimpun pendanaan. "Ke depan tantangan perbankan untuk dana akan semakin berat, karena banyak pilihan inveatasi dan maraknya fintech," ujar dia.

 

Pilihan investasi yang bisa diambil masyarakat selain deposito adalah saham dan obligasi. Edy yang merupakan Alumnus Universitas Islam Indonesia pun memulai investasi di saham dengan dana kecil.

 

Meski demikian, investasi di saham tersebut bukan bersifat trading. "Kita mesti coba beli saham, bukan untuk trading, tetapi untuk jangka panjang," kata dia.

 

Menurut dia, pasar modal Indonesia saat ini belum sedalam pasar modal di negara lain. Pasalnya, program inklusi dan literasi keuangan yang digaungkan regulator belum sukses. "Oleh karena itu, kita mulai investasi di saham dengan memilih saham yang bagus," ujar Edy. (gtr)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA