Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur One Shildt Financial Planning

Presiden Direktur One Shildt Financial Planning

Menata Ulang Keuangan Keluarga di Tengah Pandemi Covid-19

Windarto, Jumat, 24 April 2020 | 11:15 WIB

Jakarta-Banyak rencana yang dibuat di awal tahun harus dirancang ulang setelah wabah Covid-19 menyebar ke seluruh penjuru dunia. Rencana bisnis, keluarga, wisata, atau acara-acara yang bersifat pribadi harus ditata lagi, termasuk dalam perencanaan keuangan keluarga. Wabah virus tersebut bukan saja mencemaskan bagi keselamatan jiwa, dampaknya juga membahayakan keuangan keluarga bila tidak diantisipasi dan dikelola dengan baik.

Presiden Direktur One Shildt Financial Planning Mohammad Andoko mengungkapkan, selama masa work form home (WFH) dan school from home (SFH), ada pengeluaran yang bertambah dan ada yang berkurang. “Saya melakukan riset kecil-kecilan kepada netizen mengenai apa saja pengeluaran mereka yang meningkat dan berkurang,” tuturnya. Beberapa pengeluaran yang meningkat yakni untuk makan, listrik, internet, dan ada juga air. Sementara pengeluaran yang menurun yakni biaya transportasi, bensin, kongkow-kongkow, juga member-member seperti fitness. “Ada juga biaya keanggotaan yang meningkat seperti member netflix dan zoom,” tambahnya.

Disampaikan Andoko, dengan adanya wabah dan kebijakan pembatasan sosial sebetulnya menjadi bukti betapa penting memiliki dana darurat untuk keuangan keluarga (pribadi). Mereka yang sudah mempersiapkan dana tersebut akan lebih aman dalam memasuki masa-masa sulit ini. Hanya saja, lanjutnya, tinggal mengatur ulang mana yang menjadi prioritas dalam pengeluaran bulanan saat ini.

Perlu diperhatikan pula, ada risiko kesehatan yang meningkat sehubungan dengan penyebaran virus yang semakin meluas. Karena itu, bila memiliki polis asuransi, sebaiknya dilihat-lihat lagi ketentuan polis yang ada. Adakah klausul yang memberikan perlindungan bila terkena risiko Covid-19. Hal ini bisa juga ditanyakan kepada perusahaan asuransi penerbit polis, apakah menyertakan atau menambahkan perlindungan tersebut. Sebab, ada beberapa perusahaan yang memberikan perlindungan tambahan atas polis yang dimiliki nasabah tanpa menambah biaya premi.

Selain risiko kesehatan, bagi karyawan ada risiko perusahaan kesulitan membayarkan gaji bahkan dalam tahap yang terburuk terjadi PHK karena perusahaan tidak mampu lagi melanjutkan operasional bisnisnya. Bagi perusahaan yang sudah mapan, menurut Andoko biasanya ada dana yang disisihkan untuk memberi pesangon bagi karyawan. Namun banyak pula perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki dana tersebut. Karena itu, selama masa masih mendapat income dari perusahaan, sebaiknya digunakan untuk memperbesar dana darurat.

Walau ada risiko yang mengancam keuangan, ada pula peluang yang bisa dimanfaatkan dalam masa sulit ini. Dengan penerapan WFH, bisa digunakan untuk membuat atau mengerjakan hal-hal kreatif yang bisa menghasilkan income. Misalnya membuat konten yang bisa ditayangkan di kanal online seperti you tube atau bisa juga untuk situs-situs online lainnya.

Peluang lain yang bisa dimanfaatkan menyangkut investasi. Ketika pergerakan indeks harga saham gabungan berfluktuasi hingga berada dalam rentang yang cukup rendah dibandingkan dengan harga di awal tahun. “Ini ada oportunity buat yang memiliki idle cash untuk melakukan trading pada saat harga saham sedang rendah,” imbuhnya. Harapannya, dalam waktu ke depan akan ada pembalikan arah indeks seperti yang terjadi pada saat krisis 2008.

Tapi dalam memanfaatkan peluang investasi ini, Andoko mensyaratkan harus memahami tentang bagaimana berinvestasi di pasar modal. Selain itu, dana darurat setidaknya 3-6 bulan sudah terpenuhi. Adapun untuk dana investasi yang sudah ditempatkan, sebaiknya melakukan top up, jika investasi yang ditempatkan bersifat jangka panjang. Namun bila tujuan investasi yang diinginkan dalam jangka pendek, sebaiknya dialihkan dulu ke instrumen deposito atau pasar uang.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam menjaga pengeluaran adalah tidak panik dalam menyikapi keadaan sehingga ikut-ikutan panic buying dengan memborong dan menimbun kebutuhan pokok. Sikap tersebut justru tidak baik dan membuat “Kita bukan hanya ngomongin keuangan, juga bagaimana manajemen stress. Harus menjaga keseimbangan juga,” tuturnya.

 

Tips Menghadapi Situasi Wabah Covid-19

  • Mengalihkan pengeluaran yang berkurang seperti biaya transportasi, jalan-jalan, wisata, untuk menunjang biaya-biaya yang meningkat.

  • Menata ulang rencana keuangan, dan menentukan skala prioritas.

  • Memanfaatkan kesempatan WFH dengan sesuatu yang kreatif, apalagi bisa menghasilkan income.

  • Jika ada dana lebih, bisa memanfaatkan peluang investasi di pasar modal yang harganya sedang turun.

  • Apabila memiliki investasi jangka panjang di pasar modal, saatnya top up, namun bila jangka pendek sebaiknya dialihkan ke instrumen yang lebih stabil seperti deposito.

  • Jika memiliki polis asuransi, pastikan apakah meng-cover risiko penyakit covid-19.

  • Upayakan memperkuat dana darurat dari gaji yang masih diterima.

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN