Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara dalam diskusi tentang Literasi Keuangan Goes to Campus, yang diselenggarakan oleh Majalah Investor bekerjasama dengan Unika Atmadjaja, Jakarta, Senin (16/9/2019). Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara dalam diskusi tentang Literasi Keuangan Goes to Campus, yang diselenggarakan oleh Majalah Investor bekerjasama dengan Unika Atmadjaja, Jakarta, Senin (16/9/2019). Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

OJK Paparkan 3 Hal Pengelolaan Keuangan Milenial

Nida Sahara, Senin, 16 September 2019 | 14:30 WIB

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan dalam mengelola keuangan. Hal tersebut diharapkan dapat dilakukan oleh generasi milenial supaya dapat memiliki passive income di masa tua.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara mengungkapkan, hal pertama yang perlu diperhatikan, yakni menentukan tujuan yang ingin dicapai dalam merencanakan keuangan.

"Tujuan keuangan dalam jangka pendek dan jangka panjang itu perlu ditentukan. Dari survei tiga tahun lalu, masyarakat yang memiliki dana pensiun itu hanya 6%," kata Tirta, dalam acara Literasi Keuangan Goes to Campus di Jakarta, Senin (16/9).

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara dalam diskusi tentang Literasi Keuangan Goes to Campus, yang diselenggarakan oleh Majalah Investor bekerjasama dengan Unika Atmadjaja, Jakarta, Senin (16/9/2019). Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara dalam diskusi tentang Literasi Keuangan Goes to Campus, yang diselenggarakan oleh Majalah Investor bekerjasama dengan Unika Atmadjaja, Jakarta, Senin (16/9/2019). Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Dia menjelaskan, apabila tidak memiliki tujuan, seperti dana pensiun, pada masa tua nanti menjadi beban bagi ahli waris, atau anak. Karena itu, penting untuk generasi milenial memperhatikan tujuan jangka pendek dan jangka panjang.

"Hal kedua, memahami produk jasa keuangan. Tingkat literasi kita rendah, tapi di kampus itu lebih tinggi. Kesimpulannya, inklusi itu sudah cukup tinggi, tapi pemahaman, atau literasi yang masih rendah," paparnya.

Sementara itu, untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan, OJK bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memberikan edukasi kepada para mahasiswa.

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara dalam diskusi tentang Literasi Keuangan Goes to Campus, yang diselenggarakan oleh Majalah Investor bekerjasama dengan Unika Atmadjaja, Jakarta, Senin (16/9/2019). Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara dalam diskusi tentang Literasi Keuangan Goes to Campus, yang diselenggarakan oleh Majalah Investor bekerjasama dengan Unika Atmadjaja, Jakarta, Senin (16/9/2019). Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Hal ketiga, disiplin merencanakan keuangan. Tirta mengungkapkan, generasi milenial saat ini pada umumnya tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik karena lebih memprioritaskan untuk menghabiskan uang secara konsumtif.

Menurut dia, berdasarkan data Indonesia Millennial Report, sebanyak 51% uang milenial dihabiskan untuk keperluan konsumtif. Sedangkan sebesar 10,7% dana ditabung dan hanya 2% yang digunakan untuk investasi.

"Pentingnya investasi bagi milenial, karena nanti bisa merasakan passive income. Tapi perlu diketahui, tidak semua investasi itu untung, ada juga investasi yang berisiko. Jadi, perlu diketahui dan dipahami instrumen investasi yang mau dipilih," pungkas Tirta. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA