Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suhendro, Pengusaha asal Palembang, Sumatera Selatan.

Suhendro, Pengusaha asal Palembang, Sumatera Selatan.

Pernah Putus Sekolah, Suhendro Sukses Bangun 5 Perusahaan

Selasa, 22 September 2020 | 10:20 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Naluri bisnis Suhendro telah tampak sejak duduk di kelas 2 Sekolah Menangah Pertama (SMP). Kala itu di Kota Batam, tempatnya menetap bersama orang tua dinilainya menjanjikan peluang bisnis yang menggiurkan. Pemilik akun Instagram @suhendrowang ini lalu berupaya memanfaatkan peluang bisnis dengan bekerja sekaligus berbisnis.

Langkah Suhendro tadi membuat aktivitasnya sebagai pelajar terganggu. Tak ayal, saat di bangku SMK kelas 1 Suhendro tinggal kelas, bahkan sampai putus sekolah selama 2 tahun lamanya.

Setelah putus sekolah, Suhendro makin giat bekerja dan berbisnis, berbagai pekerjaan pernah ditekuninya seperti menjadi pekerja harian menjual ikan di pasar induk, menjual kue corn flakes, di warnet, office boy sampai menjadi sekuriti di salah satu tempat edukasi terbesar di Batam.

Meski begitu, putus sekolah membuat orang tua Suhendro khawatir terhadap masa depannya. Mereka lalu memutuskan untuk meninggalkan Kota Batam. Keputusan ini juga dilakukan untuk menyelamatkan Suhendro dari pergaulan buruk.

Setelah 11 tahun bermukim di Batam, kedua orang tua Suhendro memutuskan hijrah ke Palembang Di kota Suhendro giat menyelesaikan pendidikan yang sempat terputus. Mulai dari Paket C, lalu melanjutkan kuliah S1, hingga menyelasaikan program S2 di Universitas Negeri Sriwijaya.

Menggondol gelar pasca sarjana, Suhendro S.E., M.M mengaku tidak puas, dia lalu melanjutkan kuliah S3, tetapi hanya bertahan 1 bulan di bangku kuliah tersebut, di karenakan waktu yang diperlukan untuk kuliah S3 sangatlah banyak. Selain itu, perlu mencari artikel jurnal internasional, membaca, merangkum, membuat kesimpulan, mempresentasikan, dan mengumpulkan kepada para profesor.

"Saya putuskan untuk mengundurkan diri dari bangku kuliah, meskipun batin saya sangatlah puas walaupun hanya 1 bulan di bangku kuliah S3. Saat ini secara pribadi saya sangat menghargai dan menghormati seseorang yang lulus pendidikan S3," ungkapnya kepada Majalah Investor belum lama ini.

Ketika studi S2 pun Suhendro lulus dengan jangka waktu 4,5 tahun, dimana pada umumnya lulus pendidikan S2 hanya memerlukan waktu 2 tahun. "Ini dikarenakan waktu itu bisnis sedang berkembang pesat, jadi saya tidak fokus untuk menyusun tesis, tertunda selama 2,5 tahun," sahutnya.

Tetapi Suhendro, tidak lupa berterima kasih kepada universitasnya karena memberikan Surat Peringatan Drop Out kepada dia. Inilah yang menjadi motivasinya untuk segera menyelesaikan studinya pada saat itu.

Dengan begitu banyaknya pengalaman hidup, Suhendro ingin belajar untuk menjadi lebih bijak, supaya setiap keputusan yang diambil dalam perusahaan selalu tepat dan tidak merugikan berbagai pihak, seperti pihak karyawan, direksi, komisaris, dan pemegang saham.

Sampai saat ini Suhendro yang telah sukses membangun 5 perusahaan masih bekerja selama 12 jam setiap hari. "Tidak ada waktu santai untuk pengusaha di zaman Covid-19 ini," ujarnya.

5 perusahaan bergerak di berbagai bidang seperti kontraktor BUMN, importir perkakas, building service maintainance dan pabrik makanan frozen food pempek. Menurutnya perusahaan-perusahaan yang dimilikinya hampir seluruhnya memiliki agen dan distributor di berbagai daerah seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Semarang, Palembang, Makasar, Balikpapan hingga Bali.

Dia juga mengaku tengah menggarap pasar internasional seperti di negara Singapore, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Myanmar.

Begitu besar tanggung jawab sebagai seorang pengusaha di masa Covid, dari bulan Januari-Juli, dirinya belum pernah melakukan PHK terhadap 1 karyawan pun. Selama ini Suhendro selalu berkomitmen membayar penuh gaji karyawan dan THR di saat lebaran.

"Saya tidak mau menempatkan diri saya sebagai pengusaha kelas teri, pada saat untung karyawan kita pekerjakan, tetapi pada saat rugi, banyak alasan ini itu hanya untuk PHK karyawan. Mau pakai dana pinjaman pun saya akan bayar penuh gaji dan THR karyawan, itu sudah prinsip hidup saya," pungkasnya.

 

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN