Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Pilih Investasi Sesuai Kebutuhan

Gora Kunjana, Sabtu, 30 September 2017 | 11:51 WIB

Perkembangan ekonomi yang tidak bisa ditebak menjadi tantangan untuk berinvestsi. Oleh karena itu, diversifikasi investasi pada instrumen yang tepat memang mutlak dilakukan.


Hal tersebut mendasari pemikiran Shierly Ge dalam memilih instrumen investasi. Dia memiliki instrumen investasi bervariasi yang disesuaikan dengan kebutuhannya sebagai wanita karier dan ibu rumah tangga.


Chief Marketing Officer PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) ini mengalokasikan 15% dari pendapatannya untuk diinvestasikan. Kemudian, sekitar 10% dari pendapatannya juga disisihkan untuk membayar asuransi. Lamanya masa bekerja pada perusahaan asuransi membuat Shierly mengakui pentingnya asuransi untuk kehidupan.


Jika dilihat komposisi instrumen investasi, wanita alumni Universitas Katolik Parahyangan jurusan Teknik Sipil ini paling banyak menempatkan dana pada reksa dana saham, yakni sebesar 80%. Selain itu ada di deposito sekitar 10%, dan selebihnya ditempatkan di properti dan emas.


"Jadi kalau deposito sekarang terus turun, itu hanya untuk cadangan kebutuhan anak saya yang mau masuk SMP jika perlu dana darurat dan mudah dicairkan. Deposito juga untuk dana jangka pendek," kata Shierly kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (28/9)


Dia menjelaskan, alasan memilih menempatkan mayoritas dana pada reksa dana saham selain untuk investasi jangka panjang, karena imbal hasil saham bisa mengalahkan inflasi. Menurut dia, meski dengan kondisi ekonomi yang masih naik turun, imbah hasil dari saham masih cukup tinggi. "Secara keseluruhan, walaupun kondisi ekonomi tidak stabil, secara umum saham bisa memberi imbal hasil masih di sekitar 20%," lanjut dia.


Meski demikian, wanita yang mengidolakan sosok Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ini pun tetap mengevaluasi instrumen investasinya setiap bulan, apakah masih aman atau perlu dipindahkan.


"Risiko reksa dana saham memang tinggi, maka perlu dilihat apakah masih cukup aman. Maksudnya, apa masih bisa tidur jika tiba-tiba indeks turun, kalau tidak bisa tidur saya pindahkan ke pasar uang. Saya beli saham melalui bank, jadi sering diberi saran sebaiknya pindahkan dulu ke market, kadang perlu dilihat untuk rebalancing," jelas Shierly.


Dengan melihat kondisi ekonomi saat ini, ke depan, wanita yang juga mengidolakan sosok Warren Buffett ini juga berminat menambah porsi investasi pada instrumen properti. Menurut dia, tanah yang tersedia di kota besar sudah semakin sedikit, sehingga harganya akan semakin tinggi dan cocok untuk investasi jangka panjang. (nid)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA