Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Randi Julian Miranda bersama pengrajin dan petani rotan binaannya.

Randi Julian Miranda bersama pengrajin dan petani rotan binaannya.

Randi Julian Miranda Bangkitkan Ekonomi Desa Lewat Handep

Kamis, 15 Juli 2021 | 11:27 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

KALTENG, investor.id - Sekitar 80% wilayah Kalimantan Tengah didominasi oleh hutan, itulah sebabnya Kalimantan Tengah memiliki keanekaragaman hayati dan sumber daya alam yang melimpah. Namun, pertambangan dan perkebunan sawit tersebar luas hampir di seluruh wilayah tersebut sejak dua puluh tahun terakhir.

Sebagian besar penduduk di wilayah Kalimantan Tengah bermata pencaharian sebagai petani dan penambang emas tradisional. Randi Julian Miranda mengatakan pemanfaatan sumber daya alam oleh perusahaan besar yang ada disana kebanyakan hanya menguntungkan perusahaan itu sendiri dan segelintir orang, tetapi tidak menyejahterakan masyarakat serta membawa berbagai kerusakan lingkungan.

Berlatar kondisi itu, setelah menyelesaikan pendidikan magisternya di Australia, Rand kembali ke kampung halamannya di Puruk Cahu, Kalimantan Tengah. Dia berusaha mencari cara untuk tetap bisa memanfaatkan hasil alam di bumi Kalimantan secara berkelanjutan serta memajukan desa-desa yang ada disana.

Dengan banyaknya ragam potensi sumber alam yang dimiliki Kalimantan Tengah, pemuda berusia 29 tahun tersebut terinspirasi membangun brand bernama Handep (Handmade Ethical Product) yang bergerak di bidang fashion ramah lingkungan dan produk agrikultur dengan konsep social enterprise.

Social enterprise adalah sebuah usaha yang dibangun tidak hanya demi mencari keuntungan semata, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. Didirikannya Handep atas dasar keprihatinan Randi terhadap ketidakadilan yang dialami masyarakat Dayak dari dampak eksploitasi tambang serta hasil hutan yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar.

Di akhir tahun 2018, Randi mendirikan Handep dengan memanfaatkan bahan dari alam dan pengerjaan yang ramah lingkungan dengan menggali salah satu kekayaan alam yang melimpah di Kalimantan Tengah, yaitu rotan. Hasil alam ini kemudian diolah menjadi produk fashion seperti tas, topi, keranjang, dan aksesoris lainnya.

“Kenapa rotan? Karena rotan merupakan jenis tumbuhan lokal yang sangat berkelanjutan, rotan merupakan jenis tumbuhan yang cepat tumbuh (fast growing) dan hanya bisa tumbuh di ekosistem hutan karena cara hidupnya dengan merambat di pohon-pohon. Pakai rotan berarti jaga hutan, jaga bumi, jaga kita semua”, kata Randi kepada media, Kamis (15/7/2021).

Dikatakan, Handep sendiri menggunakan konsep sustainable fashion yang bertujuan untuk membantu menjaga lingkungan serta pelestarian hutan dan budaya masyarakat di Kalimantan Tengah.

“Masyarakat Dayak Kalimantan Tengah sendiri mempunyai tradisi menganyam rotan dengan motif tribal ciri khas Dayak yang sangat unik, potensi ini bisa dikembangkan menjadi produk yang dapat memperkenalkan keunikan dan ciri khas suku Dayak,” jelasnya. Selain itu, untuk setiap pembelian 1 produknya, Handep menanam 1 pohon di hutan masyarakat di desa-desa mitranya.

Melalui pemberdayaan masyarakatnya, Randi mengembangkan potensi ini agar mereka mampu membuat anyaman rotan yang dikemas dengan sentuhan modern sehingga dapat dipasarkan sebagai produk fashion buatan tangan yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab.

Selain produk fashion, Handep juga mengembangkan produk-produk home décor seperti leranjang, hiasan dinding, kap lampu, dan lain-lain dan pertanian organik seperti beras organik dan madu hutan. Kehadiran Handep diharapkan dapat memberdayakan masyarakat lokal, terutama para perempuan dan petani kecil, agar mereka memiliki pendapatan serta ekonomi yang stabil, pungkas Randi.

Hingga saat ini, Handep sudah memiliki sekitar 200 pengrajin dan petani rotan yang keseluruhannya merupakan masyarakat asli Kalimantan Tengah dan mendapatkan penghasilan tetap dari usaha kerajinan tersebut. Di tahun 2021 ini, Handep juga merangkul sekitar 200 pengrajin bambu di Kawasan Bali Aga di Bali Utara dan pengrajin di Kabupaten Pandegelang, bantem.

Dalam kurun waktu hampir 3 tahun, produk-produk Handep sudah  dikenal baik di pasar lokal hingga skala nasional, bahkan produk-produk Handep berhasil merambah pasar mancanegara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Jepang, Korea, Hongkong, Singapura, Amerika dan Eropa. Selama masa pandemi ini, Handep juga terus melakukan inovasi dengan menguatkan digitalisasi pemasaran dan mengadakan virtual fashion show dan workshop untuk memamerkan produk-produknya kepada para konsumen.

Kehadiran Handep juga telah memberikan berbagai dampak positif, yakni peningkatan penghasilan. Berdasarkan data survei internal yang dilakukan oleh Handep, tercatat peningkatan pemasukan rata-rata sebanyak 70% untuk pengajin yang benar-benar menggeluti pengelolaan rotan sebagai mata pencaharian. Angka ini dapat diraih meskipun mereka tidak melakukan produksi massal dan memiliki segmentasi pasar yang cukup spesifik. Selain itu, Handep juga memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan warga desa yang bermitra dengan mereka. Dari pelatihan terkait desain, pengelolaan keuangan, manajemen produksi, sampai penanaman pohon dan bibit rotan di hutan desa.

Sebagai seorang social entrepreneur muda yang sukses menjalankan bisnis sekaligus meningkatkan kesejahteraan lingkungan sosial sekitarnya, Randi berharap bahwa kehadiran Handep bisa memotivasi para muda mudi Indonesia untuk mengerjakan sesuatu tidak berlandaskan profit saja, tetapi juga kepentingan sosial, lingkungan, dan budaya.

“Banyak perusahaan-perusahaan besar hanya mementingkan keuntungan semata tanpa memerhatikan kepentingan sosial. Saya sangat berharap kaum muda Indonesia, khususnya generasi milenial, membangun bisnis yang tidak hanya mencari untung untuk diri sendiri saja, tetapi juga memberi manfaat kepada masyarakat sekitarnya. Dengan begitu, kita dapat mengurangi masalah perekonomian di Indonesia serta mewujudkan negara yang lebih sejahtera dan adil merata,” pungkas Randi.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN