Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
UMKM Pembuat APD

UMKM Pembuat APD

Sandi Dorong Pemerintah dan Pengusaha Berkolaborasi Menaikan Kelas UMKM

Mashud, Sabtu, 27 Juni 2020 | 14:05 WIB

JAKARTA, investor.id - Pengusaha nasional yang juga Founder OK OCE Sandiaga Salahudin Uno mendorong pemerintah agar merancang strategi untuk menumbuhkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pasalnya, meski UMKM di Indonesia saat ini jumlahnya terbilang banyak, hal itu bukan karena dirancang, tapi karena kebutuhan akibat sulitnya mendapat pekerjaan formal. 

“Kita bangga dengan jumlah UMKM yang totalnya mencapai 64 juta dan diprediksi akan terus tumbuh. Banyak dari mereka yang menjadi pengusaha/wirausahawan karena sulitnya mendapat pekerjaan formal dan akhirnya menjadi pengusaha karena kebutuhan bukan karena sesuatu yang dirancang,” urai Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dalam diskusi daring yang juga dihadiri CEO Damn! I Love Indonesia Daniel Mananta dan Co-Founder Jarvis Advisory Indonesia belum lama ini.

Oleh karena itu, dibutuhkan upaya dari semua pihak terutama pemerintah dalam mendorong peningkatan UMKM agar naik kelas.

“Jadi ini membutuhkan upaya gabungan dari pemerintah dunia usaha termasuk juga masyarakat akademisi untuk sama-sama kolaborasi untuk meningkatkan kelas,” pungkas Sandi.

Selain dorongan dari pemerintah, hal yang juga dibutuhkan adalah kombinasi bisnis pemasaran, keuangan, memanfaatkan peluang, dan Sumber Daya Manusia.

“Kalau menjadi pengusaha by desain (dirancang) itu dia akan bisa cepat naik kelasnya. Tapi, kalau berwirausaha karena kebutuhan, misalnya dia jualan kuliner di satu pojok 10 tahun yang lalu dan akan terus ada di 10 tahun ke depan, ini menunjukan bahwa kita gak mampu untuk meningkatkan kelas mereka,” kata Sandi.

Pengagas Rumah Siap Kerja ini juga memaparkan bahwa untuk menumbuhkan UMKM diperlukan ekosistem untuk menaikkelaskan usaha yang ultra mikro menjadi mikro, mikro menjadi kecil, dan kecil menjadi menengah.

“Memang nggak ada formula yang standar. Tergantung usahanya sesi-sesi sprit ini saya belajar dari Daniel pengalamannya membangun Damn I love Indonesia dan menurut saya, kita harus terus belajar sebagai bagian daripada perbaikan yang terus-menerus untuk memastikan teman-teman UMKM ini bisa naik kelas,” katanya.

Hal itulah yang menjadi alasan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini membuat program OKE OCE karena ingin memberi peluang usaha yang sama kepada seluruh yang sama kepada seluruh pelaku usaha agar bisa naik kelas.

“Salah satu caranya adalah dengan memberikan pelatihan kewirausahaan. Seorang pengusaha sejati tidak akan pernah puas dengan ilmu yang didapat, dia akan terus belajar dari pengalaman orang lain,” pungkasnya.

Selanjutnya, Sandi meminta pemerintah turut menyelamatkan UMKM terdampak buruk oleh pandemi Covid-19. Sebab, sekitar 47 persen UMKM di dalam negeri dinyatakan telah gulung tikar setelah cashflow bisnis terganggu.

"Ini berat tentunya, para pelaku UMKM menjerit. Ini langsung menghantam ekonomi keluarga karena kehilangan mata pencaharian," kata Sandi.

Salah satu dampak yang ditimbulkan oleh keruntuhan sektor UMKM ialah melonjaknya penurunan masyarakat dari kelas ekonomi menengah ke kelas bawah. Bahkan, kelompok masyarakat tersebut telah digolongkan menjadi masyarakat pra-sejahtera

Apabila dibiarkan, pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II tahun ini akan terpangkas lebih jauh dari capaian pada kuartal lalu sebesar 2,97 persen. Sebab, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih ditopang oleh tingkat konsumsi rumah tangga.

"Perlu diingat 97 persen lapangan kerja juga diciptakan dari sektor UMKM. Untuk itu pentingnya penyelamatan UMKM," pungkasnya.

Sumber : PR

BAGIKAN