Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Handayani, Direktur Ko nsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)

Handayani, Direktur Ko nsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)

Tak Takut Pilih Instrumen High Risk

Gora Kunjana, Minggu, 29 Oktober 2017 | 11:55 WIB

Memiliki pengalaman di bidang wealth management selama berkarier sebagai bankir, membuat Handayani terbiasa merancang pengelolaan keuangan yang baik. Dia pun mengaku tidak takut untuk memilih instrument investasi berisiko tinggi (high risk) agar memperoleh imbal hasil yang optimal.

Handayani yang saat ini menjabat direktur konsumer PT Bank Raykat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengungkapkan, dia banyak mengalokasikan dananya pada jenis mutual fund di pasar saham. Namun, penempatan dana tersebut tetap mengedepankan prinsip kehatihatian dengan melihat profil portofolio perusahaannya terlebih dahulu.

"Saya dikaruniai satu anak dan dia sudah selesai mengambil pendidikan S1. Jadi sekarang saya lebih rileks sehingga banyak masuk ke instrumen high risk. Tapi tentu saya tetap mengalokasikan dana di instrument konvensional, seperti deposito dan tabungan yang porsinya masih sekitar 50%," kata Handayani kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (26/10).

Peraih gelar Magister Management dari Universitas Padjajaran, Bandung, tahun 2001 ini menjelaskan, pilihan penempatan dana investasinya pun jatuh pada saham-saham blue chip dan second large corporation. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan return, meski tidak memiliki waktu untuk melakukan trading.

Handayani yang pernah menjabat direktur di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) ini mengatakan, selain saham, dia menempatkan dana pada instrumen reksa dana, obligasi Negara ritel (ORI), sukuk, serta properti. Menurut dia, banyaknya instrumen investasi yang dipilih karena sebagai seorang bankir perlu mengikuti perkembangan instrumen investasi.

Dalam berinvestas , Handayani senang membaca buku-buku karya Warren Buffett. Tokoh Buffet sangat menginspirasinya dalam mengalokasikan aset di sejumlah instrumen investasi. Di sisi lain, dia juga membeli produk asuransi, baik asuransi dengan investasi (unit linked) maupun asuransi jiwa berjangka dengan uang pertanggungan tetap yang  memberikan manfaat (term life insurance), serta produk asuransi seperti hospital saving.

"Ke depan tidak ada rencana untuk menambah instrumen sih, paling saya nambahin asuransi saja, karena kan sudah makin berumur jadi asuransi harus diperbanyak sebagai proteksi," terang Handayani. (nid)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA