Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi uang. Foto: Pixabay

Ilustrasi uang. Foto: Pixabay

Tips Ajukan Pinjaman Modal di Bank Agar Cepat Cair

Kamis, 24 Desember 2020 | 22:05 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Mengembangkan sebuah bisnis, tentu butuh modal yang tidak sedikit. Terkadang, modal yang dimiliki tidak terlalu cukup untuk memperbesar usaha.

Keadaan seperti ini, terpaksa harus mencari dana sokongan. Bagi pengusaha yang ingin mengembangkan usahanya, bisa melakukan pengajuan pinjaman ke bank-bank pilihan.

Hanya saja, untuk dapat pinjaman dari bank juga tidak mudah. Selain ada syarat yang harus dipenuhi, prosesnya juga rumit dan belum tentu disetujui oleh pihak bank.

Agar pengajuan pinjaman modal diterima dan cepat cair, ada baiknya anda mentehaui tips-tipsnya terlebih dahulu. Berikut ulasannya:

1. Tentukan Tujuan Kredit Pinjaman Modal

Bila hendak mengajukan pinjaman modal ke bank, tentukan dulu tujuan kredit dalam pengajuan pinjaman modal tersebut. Berikan informasi secara detail mengenai bisnis yang anda miliki dan ingin dikembangkan.

Hal ini diharapkan debitur dapat menentukan dengan benar tujuan kredit yang diajukan. Selain itu, agar saat proses wawancara oleh pihak bank, anda sebagai debitur sudah memiliki persiapan.

Sebab, pihak bank akan melihat sejauh mana anda serius dan paham betul dengan tujuan anda, serta mengetahui prospek usaha anda kedepannya. Pastikan saat proses wawancara anda tetap tenang, santai dan lugas.

2. Lengkapi Persyaratan

Bank tentu menetapkan persyaratan dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh debitur. Cari informasi dan lengkapi persyaratan jangan sampai ada yang kurang.

Persyaratan paling umum diberikan oleh pihak bank antara lain dokumen seperti KTP, KK, akta pendirian dan perubahan. Selain itu juga NPWP, SIUP, TDP, dokumen agunan dan dokumen keuangan usaha.

Setiap bank biasanya memiliki persyaratan tambahan yang berbeda-beda, lebih baik cari tahu kepastian detail persyaratan bank yang anda pilih. Segera persiapkan dokumen persyaratan agar prosesnya pun lebih cepat.

3. Kredibilitas Debitur

Melansir dari viralorchard.com, setelah rampung pengajuan berkas persyaratan, pihak bank akan menelusuri rekam jejak finansial debitur melalui data Bank Indonesia atau BI Checking. Dari situ bank akan mengetahui apakah debitur pernah macet saat proses pembayaran pinjaman sebelumnya.

Hasil rekam jejak tersebut nantinya akan menjadi pertimbangan pihak bank, apakah pengajuan ditolak atau disetujui. Dalam melakukan trecking tersebut, pihak bank juga menggunakan Trade Checking atau Community Checking yang dapat melihat bagaimana cara debitur menjalankan usaha dengan memeriksa hubungan bersama mitra bisnis debitur.

4. Ability

Pihak bank sangat teliti dalam memroses pinjaman modal. Tak hanya berkutat pada persyaratan dan rekam jejak, tetapi kemampuan debitur sebagai pengusaha juga menjadi penilaian.

Kemampuan debitur dalam menjalankan dan mengelola bisnisnya menjadi pertimbangan pihak bank. Sebab, dari situ pihak bank dapat membaca debitur bisa dipercaya melunasi pinjaman atau tidak.

5. Angunan

Jenis pinjaman modal beragam, ada yang menggunakan angunan dan tidak. Tetapi tentu jenis pinjaman dengan angunan memiliki kelebihan dibanding yang tidak memakai angunan.

Biasanya pinjaman yang memakai angunan menawarkan modal yang lebih tinggi. Sesuaikan saja dengan kebutuhan anda. Bila harus menyiapkan angunan, setidaknya nilai angunan setara dengan pinjaman modal yang diajukan.



 

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

BAGIKAN