Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Tips Bebas Utang Saat Pensiun

Sabtu, 14 November 2020 | 10:33 WIB
Parina Theodora

Jakarta -Sesuai undang-undang, batasan usia pensiun di Indonesia menjadi 57 tahun. Menjelang usia tersebut, idealnya seseorang sudah tidak memiliki utang lagi. Namun, kadang harapan tidak sesuai kenyataan. Menjelang pensiun masih ada yang memiliki kewajiban mencicil KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) atau utang jangka panjang lainnya. Di sisi lain, di usia tersebut seseorang sudah tidak memiliki penghasilan tetap.

Di sinilah pentingnya pengelolaan keuangan agar di masa tua terhindar dari utang. Advisor of Wealth and Asset Management Indonesia Legowo Kusumonegoro berbagi tips bagi para pekerja yang masih produktif agar terhindar dari utang di masa pensiun kelak.

1. Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Berdasarkan hasil riset Aging Asia yang dilakukan oleh Manulife, makin panjang usia harapan hidup masyarakat Indonesia, maka jumlah dana yang harus disiapkan pasangan suami istri untuk masa pensiunnya rata-rata sebesar 25,8 tahun pengeluaran. Namun, sebaiknya Anda menambah lagi 6-11 tahun pengeluaran dalam perencanaan pensiun hingga menjadi 31,8-36,8 tahun pengeluaran. Dengan pertimbangan kemungkinan istri hidup lebih lama.

Apakah Anda sudah punya dana simpanan sebanyak itu? Jika belum, segera siapkan. Manfaatkan gaji, THR, dan bonus untuk diinvestasikan saat ini dan dimanfaatkan di masa pensiun. Jika perlu, Anda bisa menambah penghasilan dari kerja sambilan selagi masih produktif.

Semakin dini memulai, semakin besar manfaat compounding interest yang bisa dinikmati. Jika saat ini Anda sudah menjelang usia pensiun, namun belum mempunyai dana yang cukup, pertimbangkan untuk tetap bekerja di usia pensiun. Tujuannya, agar kebutuhan hidup Anda kelak, dapat terpenuhi tanpa perlu berutang.

2. Bebaskan Diri dari Utang Konsumtif

Utang konsumtif merupakan beban bagi cash flow. Dengan memiliki utang konsumtif (baik berupa utang kartu kredit, KTA, utang ke kerabat), maka porsi uang yang bisa disisihkan atau investasikan untuk digunakan masa pensiun nanti menjadi lebih sedikit. Tanpa disadari, utang konsumtif di masa produktif ini akan berdampak pada tingkat kesejahteraan Anda di masa pensiun kelak.

3. Mempersiapkan Diri untuk Pensiun

Apa gaya hidup yang Anda idamkan di masa pensiun kelak? Rumah seperti apa yang ingin Anda tinggali kelak? Bagaimana dengan kendaraan yang akan digunakan nanti?Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menjadi gambaran masa pensiun yang Anda inginkan. Untuk mewujudkan masa pensiun seperti yang ada di bayangan Anda tadi, sangat penting untuk mempersiapkan fisik, mental, dan keuangan Anda. Dengan persiapan yang matang sejak jauh hari, Anda bisa menyesuaikan gaya hidup secara bertahap. Sehingga nantinya Anda bisa menikmati masa pensiun dengan bahagia, tanpa tergoda untuk meminjam uang.

4. Jangan Lagi Berutang Menjelang Pensiun

Jauh sebelum tanggal pensiun, pertimbangkan kebutuhan transportasi dan tempat tinggal yang akan Anda gunakan di masa pensiun nanti. Apakah nantinya Anda akan menggunakan transportasi umum atau kendaraan pribadi? Usahakan agar tidak ada cicilan kendaraan, setidaknya dua tahun jelang tanggal pensiun. Tujuannya adalah agar Anda bisa benar-benar menyimpan dana secara maksimal dan mulai menyesuaikan gaya hidup. Jangan sampai Anda masih memiliki cicilan mobil di saat sudah pensiun.

Dalam perencanaan pensiun secara komprehensif, kebutuhan tempat tinggal juga harus dipikirkan, bahkan diutamakan. Pertimbangkan untuk tinggal di rumah yang berukuran lebih kecil atau pindah ke daerah dengan biaya hidup yang lebih rendah. Pikirkan dan rencanakan dengan baik bertahun-tahun sebelum tanggal pensiun.

5. Cari Asuransi Kesehatan yang Sesuai

Seiring bertambahnya usia, pos biaya kesehatan akan ikut bergerak meningkat. Maka, carilah asuransi kesehatan yang terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan Anda beserta anggota keluarga yang masih akan menjadi tanggungan Anda kelak.

6. Siapkan Dana Darurat

Walau sudah pensiun, Anda tetap harus punya dana darurat. Dana ini bisa digunakan untuk membiayai biaya rawat jalan atau konsultasi dokter dan obat-obatan yang tidak ditanggung oleh pihak asuransi dan BPJS Kesehatan. Selain itu, dana darurat juga bisa digunakan pula untuk memperbaiki rumah yang bocor, perawatan kendaraan, dan lain sebagainya.

Tidak ada yang ingin terbelit utang, apalagi di usia senja saat kondisi kesehatan sudah memburuk. Semua orang ingin menikmati masa tua yang sejahtera. Selagi masih ada waktu, siapkan mulai hari ini.

 

 

Editor : Parina Theodora (theo_olla@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN