Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Ilustrasi ibu dan buah hatinya. (Visualphotos)

Ilustrasi ibu dan buah hatinya. (Visualphotos)

Tips ibu Tangguh Fisik dan Keuangan di Masa Pandemi

Rabu, 31 Maret 2021 | 13:22 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Para ibu agar menjadi tangguh situasi pandemi saat ini selain bahagia juga harus sehat sekaligus memastikan kesehatan keluarganya terjaga.

Ahli butrisi Alvin Hartanto mengatakan, menjaga kesehatan dimulai dari dalam yakni dengan memastikan kebutuhan harian nutrisi pada tubuh.

"Ada tiga faktor utama yang perlu diperhatikan untuk memenuhi gizi seimbang yaitu kenali kondisi tubuh, pahami kandungan gizi dari asupan makanan yang di konsumsi dan terapkan pola makan yang tepat," kata dia dalam siaran persnya, Rabu (31/3).

Menurut Alvin, makanan sehat tidak harus mahal dan melewati pengolahan yang rumit. Zat gizi semisal vitamin dan mineral yang tepat bisa didapatkan dari bahan makanan sederhana yang diolah dengan cara dan takaran yang tepat.

Tak berhenti sampai di situ, menerapkan pola makan yang sesuai dengan kebutuhan pun diperlukan agar tidak menimbulkan risiko dan berbahaya bagi tubuh.

Selain kesehatan, masalah keuangan di masa pandemi juga merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh ibu sebagai pengelola keuangan keluarga.

Perencana keuangan Prita Ghozie menekankan pentingnya ibu mengetahui bagaimana cara untuk bertahan. Mereka harus bisa berkarya dan tahu cara menghasilkan uang dengan menggali kemampuan yang ibu miliki, seperti misalnya memasak, dan menjualnya dengan memanfaatkan media sosial.

Setelah itu, ibu bisa melakukan perencanaan anggaran untuk keluarga, dengan penyesuaian gaya hidup dan menjaga pos-pos pengeluaran berdasarkan skala prioritas. 

Apabila masih ada dana tersisa, maka sebaiknya sebagian disisihkan sebagai tambahan dana darurat dan dana kesehatan. Dana darurat bisa membantu meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga, dan dana kesehatan dapat mencegah dana darurat tergerus oleh biaya berobat. 

"Tak ada kata terlambat. Yang harus mulai dilakukan oleh ibu adalah menyusun rencana keuangan yang baik dan mengetahui komposisi yang tepat, serta disiplin dalam penerapannya," demikian kata Prita. 
 

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

BAGIKAN