Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Adhi Karya. Foto: IST

Adhi Karya. Foto: IST

Cermati SIMP, WSBP, CPIN, JPFA, MAIN, KLBF, BNLI, BSDE, ASRI, PWON, ADHI, RALS

Kamis, 28 Februari 2019 | 07:04 WIB

Reliance Sekuritas  memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini bergerak kembali mencoba menguat dengan bertahan diatas MA5 pada support resistance 6.495-6.600. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya SIMP, WSBP, CPIN, JPFA, MAIN, KLBF, BNLI, BSDE, ASRI, PWON, ADHI, RALS.

Secara teknikal IHSG meskipun bergerak melemah namun masih bertahan berada diatas MA5 dengan indikasi cukup positif untuk kembali kuat mencoba break out resistance upper bollinger bands dan level resistance 6.600. Indikator stochastic terkonsolidasi seiring momentum indikator RSI yang tertekan.

IHSG (-0.23%) ditutup melemah 15.27 poin kelevel 6525.68 dengan Indeks sektor Pertanian (-1.34%) kembali memimpin pelemahan. Investor asing tercatat net sell pada pasar regular sebesar Rp 150,57 miliar meskipun total dari kedua pasar reguler dan negosiasi tercatat net buy Rp 260.90 miliar.

Saham BMRI (+1.03%), JPFA (-2.63%) dan ASII (+0.00%) menjadi yang teramai dijual investor asing. Sentimen geopolitik menjadi alasan negatif trader dalam perdagangan ini. Indeks Nikkei (+0.50%), Topix (+0.20%) dan KOSPI (+0.37%) memimpin penguatan sedangkan Indeks HangSeng (-0.05%) dan Shanghai (-0.17%) melemah.

Ketegangan geopolitik menjadi alasan utama dimana India berselisih dengan pakistan mengirim ekuitas dan future terjun bebas. Jet tempur Pakistan menyerang sasaran didalam Kashmir yang dikuasi India. Tindakan Pakistan itu terjadi sehari setelah jet Angkatan Udara India membom apa yang dikatakannya sebagai kamp pelatihan teroris di Pakistan. (*)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA