Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menlu Retno Marsudi bersama Menteri BUMN Erick Thohir di Jenewa, Swiss. Foto: IST

Menlu Retno Marsudi bersama Menteri BUMN Erick Thohir di Jenewa, Swiss. Foto: IST

RI PASTIKAN KOORDINASI VAKSIN DENGAN WHO

Erick: Inggris dan Swiss Apresiasi Indonesia

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 07:34 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JENEWA, investor.id – Indonesia mendapatkan apresiasi Inggris dan Swiss untuk menuntaskan kerja kerja sama bilateral dan multilateral terkait pemulihan kesehatan dan ekonomi pascapandemi Covid-19.

Setelah kemarin di Inggris Bio Farma diakui sebagai perusahaan kelas dunia oleh CEPI. Kini di Swiss, PT KAI menjalin kerja sama dengan Stedler. KAI dan Stadler akan bekerja sama dalam memproduksi rangkaian kereta.

“Tak hanya di Indonesia melainkan juga di kawasan Asia Oseania. Stadler juga menyatakan akan membangun kantor pusat regionalnya untuk kawasan Asia dan Oseania di Indonesia. Ini merupakan kepercayaan dan apresiasi,” kata Menteri BUMN Erick Thohir, Jumat (16/10).

Diketahui, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir merampungkan perjalanan diplomatiknya di Bern dan Jenewa Swiss, Jumat (16/10).

Menteri BUMN Erick Thohir di Jenewa, Swiss. Foto: IST
Menteri BUMN Erick Thohir di Jenewa, Swiss. Foto: IST

Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan pertemuan dengan Swiss semakin memperkuat kerja sama strategis di sektor ekonomi dan kesehatan. Dari Swiss, Erick memberikan kabar baik terkait dengan komitmen kerja sama antara perusahaan BUMN dengan perusahaan raksasa global. Hal ini terkait kerja sama antara PT KAI dan perusahaan produksen kereta dunia Stadler Rail.

“Ini dalam rangka menegaskan posisi KAI sebagai ‘pemain’ di level regional,” kata Erick.

Selain Bio Farma dan KAI yaang menjalin kesepakatan kerja sama besar dengan perusahaan dunia, Erick optimistis akan semakin banyak lagi BUMN yang melebarkan sayapnya ke pentas global.

“Akan banyak lagi perusahana BUMN berkualitas global dan internasional,” ujarnya.

Selain kesepakatan bisnis, Erick mengatakan perjalanannya dan Menlu ke Inggris dan Swiss adalah dalam rangka memastikan kerja sama dalam penanganan Covid-19. Ini terutama dalam memastikan ketersediaan vaksin bagi rakyat.

Alhamdulillah rangkaian perjalanan ke Inggris dan Swiss sangat baik. Penting bagi Indonesia untuk terus menjadi bagian dari dunia dalam menangani Covid-19 . Semua jadi bagian kita untik memastikan keamanan untuk rakyat Indonesia,” kata Erick.

Koordinasi Vaksin dengan WHO

Menteri BUMN Erick Thohir di Jenewa, Swiss. Foto: IST
Menteri BUMN Erick Thohir di Jenewa, Swiss. Foto: IST

Sementara itu, dalam keterangan pers virtualnya, Menlu Retno Marsudi menjelaskan, rangkaian perjalanannya dan Menteri BUMN membahas sejumlah agenda terkait kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan buruh.

Di tingkat bilateral, Indonesia dan negara sahabat semakin memperkuat komitmen kerja sama dengan prinsip saling menghormati.

“Swiss adalah mitra terbesar keempat Indonesia di Eropa. Nilai perdagangan kedua negara US$ 2,1 miliar,” kata Menlu.

Sedangkan di level mutilateral, Indonesia jadi bagian penting dari komunitas global dalam upaya pemulihan kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Di Swiss, Retno dan Erick bertemu dengan Wakil Presiden Swiss dan petinggi bisnis di negara tersebut. Menlu dan Menteri BUMN juga mengadakan pertemuan dengan Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus di kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss.

“Perlalanan ini dalam upaya pengamanan komitmen terkait ketersediaan vaksin baik dalam kerangka kerja sama bilateral dan multilateral,” ujar Menlu.

Dalam pertemuan dengan Dirjen WHO, kedua pihak sepakat untuk terus melakukan koordinasi dan komunikasi dalam persiapan sampai pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Menlu Retno didampingi Menteri BUMN Erick Thohir juga melakukan pertemuan dengan CEO Aliansi Vaksin GAVI COVAX Facilities, Seth Berkley. Gavi adalah co-lead (pemimpin bersama) dari COVAX, yaitu skema kerja sama vaksin secara multilateral yang juga didukung WHO, untuk penyediaan dan distribusi vaksin Covid-19 secara adil di dunia. '

“Tujuan dari berbagai pertemuan antara lain terus menjalin konsultasi dan komunikasi secara intensif dengan berbagai organisasi tersebut dalam pengelolaan Covid-19,” kata Retno.

Dia mengatakan Indonesia juga menyampaikan dukungan terhadap multilateralisme, termasuk dalam kerja sama pengelolaan pandemi. Dalam pertemuan maraton tersebut, Retno menyampaikan bahwa Indonesia menyadari pengembangan vaksin adalah proses yang rumit.

“Semua orang paham mengenai hal ini bahwa selalu ada risiko dan ketidakpastian dalam proses pengembangannya,” kata Retno.

Menurutnya, para ahli dunia akan terus berupaya mendapatkan vaksin secara tepat waktu, aman, dan efektif. “Adaptasi dan adjustment (penyesuaian) perlu terus dilakukan di tengah situasi yang sulit ini,” lanjut Retno.

Menlu juga menjelaskan upaya Indonesia sejauh ini untuk mengamankan komitmen penyediaan vaksin, baik lewat jalur kerja sama bilateral maupun multilateral, serta pengembangan vaksin secara mandiri yaitu Vaksin Merah Putih.

Terkait pertemuan dengan Gavi, Retno menyampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerima surat dari lembaga itu pada 18 September 2020. Surat tersebut intinya menyampaikan Indonesia layak menerima fasilitas Official Development Assistance (ODA) di dalam COVAX Advanced Market Commitment (COVAX AMC) untuk penyediaan vaksin Covid-19 dalam kerangka multilateral. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN