Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bambang Soesatyo. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Bambang Soesatyo. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Ketua DPR: Masyarakat Jangan Terpancing Wacana People Power

B1, Senin, 13 Mei 2019 | 09:38 WIB

JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta masyarakat tidak terpancing dengan wacana people power atau revolusi pasca-pelaksanaan Pemilu 2019, karena masyarakat punya tanggung jawab agar bangsa Indonesia tetap kondusif.

“Kita memiliki tanggung jawab yang sama agar Indonesia tetap kondusif, kendati ruang publik masih bising karena dijejali isu-isu tentang hasil Pemilu 2019,” kata Bambang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (12/5).

Dia justru menyarankan agar sesama anak bangsa justru mendorong semua lapisan masyarakat untuk tetap focus pada kegiatan ibadah puasa Ramadhan dan melakukan persiapan menyongsong Idul Fitri.

Bambang menilai Polri dan TNI yang terus memobilisasi aparat keamanan dan melakukan langkah-langkah persuasive terkait wacana people power. Hal ini menjadi bukti bahwa keamanan nasional dan ketertiban umum terjaga, dan tetap dalam kendali TNI, Polri dan aparat penegak hukum.

“Isu atau wacana tentang ‘people power’ dan revolusi telah direspons dengan bijaksana dan terukur oleh Polri,” ujarnya. Menurut Bambang, pemerintah pun telah menunjuk sebuah tim untuk mengkaji aspek hukum dari ucapan atau pernyataan sejumlah pihak untuk mencegah terjadinya perpecahan bangsa.

Dia menilai, keputusan pemerintah dan Polri memilih pendekatan halus atau “soft approach” untuk isu people power dan revolusi menjadi bukti bahwa aspek keamanan nasional dan ketertiban umum masih berada dalam kendali TNI, Polri dan aparat penegak hukum lainnya.

“Pilihan ‘soft approach’ itu juga menjadi bukti bahwa pemerintah bersama TNI dan Polri tidak panik. Sebab, Indonesia pada dasarnya memang sangat kondusif hingga pasca-pengumuman KPU,” katanya.

Karena itu, menurut dia, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk cemas atau khawatir karena kebisingan yang timbul karena isu-isu seputar hasil Pemilu 2019 diyakini tidak akan menjerumuskan negara ini dalam situasi tidak kondusif.

Bersatu Kembali

Para ulama dan habib se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) mengajak masyarakat untuk bersatu kembali dan tidak terbelah atau terpolarisasi antarkelompok. Umat diminta untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi hingga terbelah menjelang penghitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 pada 22 Mei mendatang.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Cipete, Jakarta Selatan, KH Muhyiddin Ishaq berharap kepada para ulama, habib, dan mubalig untuk dapat menyejukan situasi yang kondusif sambil menunggu pengumuman dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei nanti.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN