Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ryamizard Ryacudu. Foto: sp.beritasatu.com

Ryamizard Ryacudu. Foto: sp.beritasatu.com

Menhan: Waspadai Ancaman terhadap Ideologi Negara

B1, Selasa, 14 Mei 2019 | 08:26 WIB

JAKARTA - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meminta jajaran Kepala Kantor Wilayah Kementerian Pertahanan (Kakanwil Kemenhan) untuk memprioritaskan dan mewaspadai ancaman terhadap ideologi negara, Pancasila.

“Terdapat tiga ancaman negara, yakni ancaman nyata, belum nyata, dan ancaman mindset, mengubah ideologi,” jelas Menhan pada Pengarahan dan Pembekalan Kakanwil Kemenhan di Jakarta, Senin (13/5).

Dalam pengarahannya, Menteri Ryamrizard menekankan bahwa Pancasila merupakan landasan fundamental kekuatan pemersatu bangsa, guna menjaga NKRI dari berbagai tantangan dan ancaman yang masih akan terus berlangsung. Ancaman mindset atau ideologi, lanjut dia, dapat disebarkan melalui lingkup kecil akademik seperti sekolah maupun universitas.

“Maka dari itu, diperlukan adanya suatu konsep penanaman wawasan kebangsaan yang kuat dan final kepada seluruh rakyat Indonesia agar tidak mudah terpengaruhi atau terprovokasi,” kata Ryamizard.

Untuk itu, Menhan menekankan kepada Kakanwil Kemhan seluruh Indonesia yang hadir untuk mengerti dan memahami tugas pokoknya, serta membangun sinergi yang kokoh dan harmonis dengan aparat Pemerintah Daerah, Kodam, dan aparat keamanan lainnya.

Selain jajaran pejabat Kakanwil Kemhan, pengarahan tersebut turut dihadiri pejabat perwakilan dari TNI dan Pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemhan.

Sementara itu, di tempat terpisah Sekitar 1.600 konten berkaitan paham radikalisme dan terorisme dalam sejumlah platform media sosial ditutup selama Januari sampai April 2019.

“Informasi yang saya dapat, 1.600 lebih sudah ditutup, itu terus kami dari Direktorat Siber, Kemenkominfo dan BSSN sudah kerja sama dengan platform,” tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Pijakan (platform) yang diajak melakukan patroli siber menjaring konten-konten radikal, seperti pembuatan bahan peledak, di antaranya Youtube serta Twitter.

Diketahui terduga teroris EY yang merupakan pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Bekasi, Jawa Barat, belajar membuat serta memodifikasi bom dari media sosial. Platform media sosial yang digunakan untuk mendalami cara membuat bom oleh EY antara lain Twitter serta platform video Youtube.

Sejauh ini dari belajar sendiri itu, kelompok EY sudah merakit dua bom, serta bahan baku cukup banyak untuk merakit bom.

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN