Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pancasila.

Pancasila.

Pancasila Jadi Solusi Penyelesaian Konflik

Jumat, 16 Oktober 2020 | 14:47 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

MINAHASA UTARA, investor.id - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo menyatakan bahwa  nilai-nilai Pancasila menjadi  satu-satunya solusi penyelesaian konflik yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Indonesia sebagai negara berpenduduk majemuk, yang terdiri atas beragam  suku, budaya, dan agama yang tersebar di berbagai wilayah, tidak menutup kemungkinan ada potensi yang memicu terjadinya konflik.

“Hubungan antar agama adalah keadaan  umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, dan saling menghargai dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Benny saat menjadi pembicara pada diskusi kelompok terpumpun Advokasi Moderasi dan Kerukunan Umat Beragama di Aula Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Jumat (16/10/2020).

Romo Benny Susetyo
Romo Benny Susetyo

Ia mengatakan, diperlukan kearifan dan kedewasaan untuk memelihara keseimbangan antar kepentingan kelompok serta kepentingan nasional.

Dikatakan, mencari solusi suatu masalah terdapat dalam butir-burir Pancasila, khususnya pada sila ke-4, yakni Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.

"Salah satu solusi penyelesaian konflik yaitu dengan mengedepankan nilai sila ke-4," katanya.

Pada kesempatan itu,  Pelaksana Tugas Deputi Bidang Hukum, Advokasi dan Pengawasan Regulasi  Ani Purwanti mengapresiasi langkah-langkah yang ditempuh pemerintah  Provinsi Sulawesi Utara, khususnya Kabupaten Minahasa yang dinilai berhasil menciptakan suatu suasana  yang sangat kondusif dalam menerapkan kerukunan umat beragama.

"Keberhasilan Minahasa Utara dalam menyelesaikan konflik,  khususnya dengan pendirian rumah ibadah,  toleransi moderasi,  dan beragama sangat baik," katanya.

Ia juga mengungkapkan kesiapannya untuk menampung ilmu dan mengadvokasi dalam penyelesaian potensi-potensi konflik yang kerap terjadi di wilayah lain.

"Kami BPIP ingin mendengarkan secara langsung cara mengatasi masalah di Minahasa Utara. Karena di daerah lain cukup sulit diselesaikan, bahkan kadang-kadang menimbulkan konflik yang berkepanjangan dan semakin meruncing,"  terangnya.

Sementara itu Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Uatara Jhonny  Suak mengatakan,  pondasi kerukunan masyarakat di daerahnya adalah Pancasila.

Ia menegaskan adanya minoritas dan mayoritas, umat beragama merasa terlindungi sebab  hadirnya Pancasila. Dikatakan, jika tidak ada Pancasila, negeri ini  sudah bubar.

"Mungkin bagi minoritas itu, jika tidak ada Pancasila, sudah lama daerah kita,  bahkan negara kita bisa bubar karena munculnya diskriminasi dan paham-paham radikal," katanya.

Ia berharap ada regulasi yang mengatur Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) seperti UU BPIP, karena masyarakat sangat mendukung dengan UU itu.

"Kami mengharapkan segera ada regulasi yang mengatur PIP sehingga BPIP dan Kementerian Dalam Negeri  dapat bekerja sama sehingga Kesabangpol menjadi kaki tangan BPIP," katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN