Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Apresiasi Kontribusi Ulama Jaga Persatuan dan Kerukunan Bangsa

Kamis, 8 April 2021 | 13:51 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi para alim ulama dalam menjaga persatuan dan kerukunan antar warga bangsa.

“Saya juga ingin menyampaikan terima kasih atas kontribusi besar para alim ulam dalam menjaga persatuan dalam menjaga kerukunan antar warga bangsa, menjaga keutuhan bangsa dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia, menebarkan toleransi, menebarkan semangat persaudaraan, serta menjadikan kebhinekaan sebagai fondasi persatuan,” kata Presiden Jokowi saat berpidato pada Peresmian Pembukaan Musyawarah Kerja Nasional dan Musyawarah Nasional Alim Ulama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/4).

Presiden Jokowi mengatakan, saat ini pemerintah terus bekerja keras menangani pandemi. Namun, upaya pemerintah terganggu oleh tindakan terorisme yang lahir dari cara pandang yang keliru, faham salah yang jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama.

“Ini jelas-jelas merupakan kejahatan besar terhadap kemanusiaan yang mengancam kerukunan kita dalam berbangsa dan bernegara,” katanya.

Presiden Jokowi meyakini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai partai yang ahlussunnah wal jamaah, tidak akan kendor untuk terus menyemai nilai-nilai moderat, nilai-nilai moderasi, nilai-nilai tawassuth, nilai-nilai keseimbangan tawasun, dan terus menebarkan moderasi beragama yang  menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antar sesama,  sehingga radikalisme terorisme tidak ada lagi di  Indonesia.

“Pemerintah terus berkomitmen untuk selalu menghidupkan moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat. Toleransi adalah bagian yang sangat penting dalam moderasi beragama, eksklusivitas dan ketertutupan jelas tidak sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika. Dalam hal ini, sikap pemerintah tegas tidak akan berkompromi terhadap tindakan intoleransi yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Presiden Jokowi.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN