Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi meninjau pelaksanaan vaksinasi di Tanjung Priok, Kamis (10/6/). Sumber: BSTV

Presiden Jokowi meninjau pelaksanaan vaksinasi di Tanjung Priok, Kamis (10/6/). Sumber: BSTV

Presiden Minta kapolri Tindak Premanisme dan Pungli di Tanjung Priok

Kamis, 10 Juni 2021 | 21:52 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menelepon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo setelah mendengar keluhan para sopir mengenai praktik premanisme dan pungutan liar (pungli) diPelabuhan Tanjung Priok.

"Pak Kapolri, saya ini saya di Tanjung Priok, banyak keluhan dari para 'driver' kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar di Fortune, di NPCT (New Priok Container Terminal) 1, kemudian di Depo Dwipa. Pertama itu," kata Presiden Jokowi di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Kamis (10/6).

"Siap," jawab Kapolri.

"Yang kedua, juga kalau pas macet itu banyak 'driver' yang dipalak preman-preman. Keluhan- keluhan ini tolong bisa diselesaikan. Itu saja Kapolri," ujar Presiden.

"Siap Bapak," jawab Kapolri.

Presiden Jokowi memang menerima keluhan dari para sopir kontainer yang sehari-hari bekerja hilir mudik di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal Peti Kemas Koja, di Pelabuhan Tanjung Priok.

Presiden Jokowi meninjau pelaksanaan vaksinasi di Tanjung Priok, kamis (10/6/). Sumber: BSTV
Presiden Jokowi meninjau pelaksanaan vaksinasi di Tanjung Priok, kamis (10/6/). Sumber: BSTV

Presiden menanya kebenaran keluhan dari media sosial, terutama driver banyak yang mengeluh karena urusan bongkar muat.

"Tolong nanti diceritakan problemnya sehingga kita kita  bisa mencarikan jalan keluar dan tidak usah takut dengan Pak Menteri atau pimpinan-pimpinan di pelabuhan di sini, disampaikan apa adanya kalau bisa ada jalan keluarnya saya carikan jalan keluar secepat-cepatnya," kata Presiden.

Agung Kurniawan, seorang sopir kontainer lalu menceritakan soal kriminalitas yang terjadi di pelabuhan.

"Pada saat macet, kawankawan ini diambillah barangnya, kalau di Tanjung Priok ini disebutnya asmoron Pak, ketika macet ambil barang dari ken daraan secara diam-diam, ada juga kalau terorganisir preman-premannya di daerah rawan naik ke atas mobil," kata Agung.

"Kan ini kontainer, jadi barang yang diambil dari mana?" Tanya Presiden.

Agung mengaku barang kendaraan yang dimaksud adalah ban, aki, terkadang kadang juga barang milik pribadi, seperti handphone serta uang. Sopir kontainer mengaku jika kondisi macet ada orang yang tiba-tiba menaiki mobil dan membawa celurit serta menodong sopir.

Dia mengaku dari dulu masyarakat sekitar tidak ada yang berani menolong, walaupun dalam keadaan ramai.

Mendengar keluhan tersebut, Jokowi kembali menanyakan apakah hingga saat ini masih terjadi aksi penodongan tersebut.

"Masih Pak, tapi tidak seperti dulu, sudah terminimalisir, sekarang sudah saling kenal, ayo kita tolong bareng-bareng," ungkap Agung.

"Lalu pungutan Depo Fortune, NPCT 1, sama Depo Dwipa be ner gak?" tanya Presiden. "Benar Pak. (Mereka) itu meminta imbalan lah, kalau enggak dikasih kadang diperlambat," jawab seorang sopir yang mengaku namanya Abdul Ha kim Sitompul.

"Siapa yang pungli?" tanya Presiden. "Dari karyawan," jawab Hakim.

Sementara soal premanisme, menurut hakim akar masalah nya adalah kemacetan. Hakim pun meminta agar Presiden Jo kowi mencarikan solusi dari masalah pungli dan premanisme tersebut.

"Saya sudah perintah langsung ke Kapolri untuk dicek ke lapangan nanti juga akan lang sung melapor ke saya. Ini juga sudah didengar oleh Pak Kapolda Metro tapi saya gak perintah langsung, tapi perintah ke Kapolri supaya semuanya jelas dan bisa diselesaikan di la pangan. Nanti akan saya ikuti proses ini," kata Presiden.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN