Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aparat kepolisian. Foto ilustrasi: elshinta.com

Aparat kepolisian. Foto ilustrasi: elshinta.com

TNI-Polri Kerahkan 32 Ribu Personil Amankan KPU 22 Mei

B1, Selasa, 14 Mei 2019 | 08:30 WIB

JAKARTA - Mabes Polri akan mengamankan pengumuman pemilu dan pilpres pada 22 Mei mendatang. Termasuk menghadapi kemungkinan adanya aksi massa yang tidak puas atau people power dan ancaman serangan terorisme.

Polisi membuat rencana operasi dan rencana pengamanan yang dibagi sebelum tanggal 22, saat tanggal 22, dan paska tanggal 22. Polri bersama TNI sedang mempersiapkan kurang lebih 32 ribu personel dalam rangka melakukan pengamanan pengumuman pemilu di KPU .

”Ada tiga tahap. Pengamanan yang dilaksanakan sebelum hari H dan saat tanggal 22 Mei. Keduanya menjadi fokus aparat kepolisian. Pengamanan ini memang penting karena jangan sampai mengganggu kinerja KPU. Polri bersama TNI sedang mempersiapkan kurang lebih 32 ribu personel dalam rangka melakukan pengamanan sebelum tanggal 22. Atau tanggal 20 sudah siap semua, fokus sasaran pengamanan KPU, Bawaslu, dan obyek vital nasional lainnya,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, di Jakarta, Senin (13/5).

Prajurit TNI
Prajurit TNI

 

Pengamanan hari H dengan fokus utama di KPU karena KPU menjadi pusat pemungutan suara baik Pileg dan Pilpres secara nasional. Di tanggal 22 itu pola pengamanan KPU tetap sesuai dengan SOP yaitu dengan membagi 4 ring. Ring 1 adalah kantor KPU dimana ruang itu akan digunakan KPU menyampaikan hasil pemilu secara terbuka dan diliput oleh seluruh media dan bisa disaksikan oleh seluruh saksi.

“Itu penting. Ring 1 harus clear, pengamanan harus ketat agar tidak mengganggu proses penyampaian yang akan disampaikan oleh KPU. Ring 2 itu sekitar gedung, masih dalam gedung itu, pengamanan akan secara ketat. Semua yang akan masuk harus betul diverifikasi dengan safety door,diperiksa manual dengan metal detector. Itu penting,” lanjutnya.

Ring 3 adalah halaman di mana seluruh kendaraan yang mau masuk KPU harus diperiksa. Ring 4 adalah seluruh jalan depan KPU. Ini dilakukan karena sudah ada indikasi kelompok JAD Lampung dan Bekasi sepakat akan melakukan serangan saat massa berkumpul di depan KPU pada tanggal 22.

“Ini perlu kita antisipasi secara maksimal karena kelompok tersebut masih ada, masih dalam pengejaran Densus 88. Dia bisa melakukan serangan sebelum tanggal 22 maupun saat tanggal 22 itu sendiri. Momen ketiga itu pasca pengumuman kita tetap fokus pengamanan hasil pileg dan pilpres,” sambungnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN