Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Sentul Berpeluang Mirip Pusat Wisata Ancol

Senin, 11 Januari 2016 | 04:02 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA – Konsultan property Colliers International Indonesia memprediksi kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat dapat menjadi pusat wisata terbesar kedua setelah kawasan Ancol, Jakarta Utara. Hal ini terlihat sesudah bermunculannya tempat wisata yang dijadikan destinasi baru oleh masyarakat.

 

“Peluang Sentul jadi pusat wisata baru setelah Ancol cukup besar kedepannya. Hal ini menjadi peluang bagi pengembang untuk menarik pengunjung ke kawasan tersebut,” kata Associate Director Residential Sales & Leasing Colliers Alviery Akbar, kepada Investor Daily, di Jakarta, belum lama ini.

 

Menurut dia, beberapa tempat wisata di kawasan Sentul saat ini sudah ada dan cukup besar. Wahana itu oleh pengembang besar juga, mulai pusat kuliner hingga pusat rekreasi.

 

“Sekarang coba lihat sudah banyak tempat wisata di Sentul, kami yakin kawasan ini menjadi pusat wisata terbesar kedua setelah Ancol,” kata dia.

 

Menurut Alviery, salah satu alasan kawasan ini menjadi potensi wisata besar adalah karena selatan Jakarta ini dijadikan kawasan hunian untuk kelas menengah. Selain itu, tempat wisata di selatan masih sangat sedikit. Selain itu, saat ini, warga yang memilih pergi ke Puncak, Bogor tidak mendapat fasilit as permainan besar seperti yang dihadirkan Sentul, saat ini.

 

Secara akses, kata dia, sudah cukup memadai dengan hadirnya sejumlah infrastruktur transportasi. Infrastruktur itu mencakup jalan arteri, jalan tol, dan kelak hadir kereta ringan (light rapid train/LRT).

 

Dia mengatakan, persoalan yang dihadapi saat ini adalah kawasan tersebut menjadi kawasan resapan air. Karena itu, kedepan kawasan itu mesti diatur secara cermat rencana tata ruang wilayah (RTRW) nya. “Sehingga tidak berbenturan dengan fungsi utama sebagai kawasan resapan air,” ujarnya. (imm)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN