disini
Metland Gandeng Keppel Land Garap Proyek Rp 1 T
 Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Metland Gandeng Keppel Land Garap Proyek Rp 1 T

Jumat, 23 Desember 2016 | 14:39 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA - PT Metropolitan Permata Development, anak usaha PT Metropolitan Land Tbk (Metland) dan PT Sukses Manis Indonesia, anak usaha Keppel Land meluncurkan proyek hunian tapak di Tangerang pada kuartal III-2017. Proyek ini menyasar segmen menengah dan menengah atas di kawasan perbatasan Jakarta Barat dengan Tangerang, Banten.

Direktur Utama PT Metropolitan Land Tbk Thomas J Angfendy, mengatakan, kedua perusahaan menyepakati kerja sama operasional (joint operation) untuk proyek senilai hampir Rp 1 triliun ini dengan pembagian saham 50:50.

Advertisement

Pada kesempatan ini kami sampaikan rencana pengembangan rumah tapak di kawasan Metland Puri Cipondoh. Nilai proyek ini sekitar Rp 800 miliar sampai Rp 1 triliun," kata Thomas usai penandatanganan kesepakatan JO di Jakarta, Kamis (22/12).

Dia mengungkapkan, proyek bersama ini meliputi pembangunan sebanyak 450 unit rumah tapak di atas lahan seluas 12 hektare (ha). Proyek yang berlokasi satu hamparan dengan kawasan Metland Puri ini ditargetkan selesai kurang dari tiga tahun.

"Dengan adanya pembangunan hunian baru ini, kami harapkan value Metland Puri dan sekitar Cipondoh akan meningkat," katanya.

Menurut Thomas, kerja sama dengan Keppel Land juga merupakan salah satu strategi bisnis untuk meningkatkan mutu produk sehingga nilai jualnya lebih tinggi dibandingkan proyek lain yang sejenis. "Keppel sudah berpengalaman di Asia. Value akan meningkat signifikan daripada kami bangun sendiri. Sebelum tanda tangan JO ini, kami sudah menggodok konsep pengembangan selama 6 bulan lebih," katanya.

Thomas optimistis hunian ini akan diserap pasar dengan baik, meskipun berbagai kalangan berpendapat bahwa pasar hunian di segmen middle dan middle up sedang lesu. Metland lebih banyak menyasar end user dibandingkan investor.

"Market menengah dan menengah ke atas pasarnya masih ada dan besar dengan sasaran pembeli end user. Kita pun terkejut ternyata market kita lebih banyak end user dan ini yang buat kita kuat," katanya.

Thomas juga mengatakan, pihaknya tengah membahas kemungkinan untuk kerja sama selanjutnya dengan Keppel. Kolaborasi dengan Keppel akan menguntungkan karena perusahaan asal Singapura ini memiliki banyak pengalaman membangun properti di kawasan Asia.

"Untuk ke depan diharapkan bisa berpartner untuk proyek lain. Kami memiliki kelebihan masing-masing untuk membangun perumahan berkualitas," katanya.



Kerja Sama Lanjutan

Sementara itu, Vice President Metlan Anhar Sidradjat, mengatakan, pihaknya masih mengkaji tren pasar properti di kawasan barat Jakarta. Metland masih membahas masterplan pembangunan dan disain proyek tersebut.  "Harga jual rumah masih dalam proses pembahasan dan masih dipelajari," katanya.

Dia mengatakan, potensi kenaikan harga perumahan di kawasan barat Jakarta sangat pesat. Hal ini juga didukung adanya rencana pengalihan pintu tol dari Karang Tengah ke Cikupa untuk mengurai kemacetan. (lrd)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN