Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Operating Of cer of Berita Satu Media Holdings Anthony Wonsono (kiri) bersama para pembicara diantaranya Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Himawan Arief Sugoto, Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia Paulus Totok Lusida,
CEO PT Lippo Karawaci Tbk John Riady, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia Junaidi Abdillah, Direktur Consumer and Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar dan Managing Director Lamudi.co.id Mart Polman dalam acara virtual
conference Economic Outlook 2021 hari kedua sesi kedua dengan tema Kebangkitan Properti Indonesia live streaming di Beritasatu TV, Rabu (25/11/2020). Acara ini terselenggara atas kerja sama Berita Satu Media Holdings dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Chief Operating Of cer of Berita Satu Media Holdings Anthony Wonsono (kiri) bersama para pembicara diantaranya Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Himawan Arief Sugoto, Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia Paulus Totok Lusida, CEO PT Lippo Karawaci Tbk John Riady, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia Junaidi Abdillah, Direktur Consumer and Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar dan Managing Director Lamudi.co.id Mart Polman dalam acara virtual conference Economic Outlook 2021 hari kedua sesi kedua dengan tema Kebangkitan Properti Indonesia live streaming di Beritasatu TV, Rabu (25/11/2020). Acara ini terselenggara atas kerja sama Berita Satu Media Holdings dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

2021, Industri Properti Tumbuh 30%

Kamis, 26 November 2020 | 06:31 WIB
Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id) ,Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Industri properti diprediksi tumbuh berkisar 20-30% pada 2021. Gelombang pertumbuhan industri properti kemungkinan terjadi dalam rentang 8-10 tahun ke depan. Sejumlah faktor utama yang mendorong pertumbuhan industri properti di antaranya adalah penerapan Undang Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang diharapkan mampu memangkas birokrasi perizinan dan kepastian pengadaan lahan.

Demikian rangkuman pendapat dari diskusi virtual Economic Outlook2021 dengan tema Membangkitkan Industri Properti yang digelar Berita Satu Media Holding (BSMH) bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Rabu (25/11).

Diskusi yang dipandu oleh COO BeritaSatu Media Holdings Anthony Wonsono ini menghadirkan pembicara Chief Executive Officer (CEO) PT Lippo Karawaci Tbk John Riady, Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida, Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Properti dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah, Managing Director Lamudi.co.id Mart Polman, Director of Consumer & Commercial Lending PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk Hirwandi Gafar, dan Sekjen Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/ BPN) Himawan A Sugoto. Kami optimistis, tahun 2021, industri properti bisa tumbuh berkisar 20-30%. Bila scenario vaksin Covid-19 berjalan baik, industri properti bisa tumbuh 30%,” ujar John Riady.

Optimisme tersebut merujuk sinyalemen kemampuan Lippo Karawaci meningkatkan marketing sales hingga tiga kali lipat pada triwulan III-2020 dibandingkan periode sama 2019.

“Selain itu, kami melihat ada tiga faktor utama yang akan mendorong pertumbuhan industri properti pada 2021,” kata John Riady.

Chief Executive Officer (CEO) PT Lippo Karawaci Tbk
Chief Executive Officer (CEO) PT Lippo Karawaci Tbk

Ketiga faktor itu, jelasnya, pertama, lahirnya UU Ciptaker yang akan memberi sentiment positif bagi industri properti. Kedua, faktor demografi Indonesia.

“Kita melihat sesame negara berkembang lain, saat mereka mencapai PDB sekitar US$ 2.500-3.500, penduduknya mampu membeli dan memiliki rumah. Sekarang, di Jakarta, tingkat kepemilikan hanya 48%, ini jauh dibandingkan dengan Malaysia, atau China dan India. Dalam sepuluh tahun ke depan kita akan melihat gelombang tingkat kepemilikan rumah yang pesat,” papar dia.

Prospek bisnis properti tahun 2020
Prospek bisnis properti tahun 2020

Faktor ketiga, kata John Riady, adanya dukungan perbankan dalam kredit pemilikan rumah/ kredit pemilikan apartemen (KPR/KPA). Kini, KPR/KPA dibandingkan PDB hanya sekitar 5%, ini masih sangat rendah. Kondisi itu menjadi potensi yang sangat baik bagi pertumbuhan perbankan dan tentunya bagi sektor properti. Terlebih, saat ini pembeli properti menengah dan ke bawah berkisar 80-90% memakai skema KPR/KPA.

“Ketiga faktor tersebut akan menjadi pendorong yang sangat baik bagi industri properti dalam rentang 8-10 tahun ke depan,” tutur John Riady.

Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI)
Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI)

Optimisme juga diutarakan Totok Lusida. Menurut dia, sektor properti akan kembali bergairah pada 2021. Sinyalemen itu seiring dengan optimism pemerintah mematok pertumbuhan ekonomi berkisar 4-5% pada tahun depan.

“Prospek 2021, dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi pemerintah yang berkisar 4-5%, kami optimistis sektor property akan bertumbuh,” ujarnya.

Hal itu, tambah dia, karena ada stagnasi harga proper ti sejak 2013-2020 sehingga harga properti di Indonesia sangat murah dibandingkan dengan negara Asean lainnya.

“Ini membuat para investor kemudian berani mengeluarkan investasi baru di bidang properti,” kata Totok Lusida.

Dia mengakui, pandemic Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia memukul sektor properti. Namun, di tengah itu semua, masih ada segmen hunian yang cukup moncer, yakni rumah yang dibanderol di bawah Rp 1 miliar.

“Pada saat new normal, property mulai booming terutama di harga Rp 1 miliar ke bawah. Sehingga bisnis properti tahun 2020 ini bisa menjadi acuan kita di tahun 2021,” ungkap Totok Lusida.

Managing Director Lamudi.co.id
Managing Director Lamudi.co.id

Sementara itu, Mart Polman mengatakan, di tengah pandemi, permintaan properti menengah ke bawah terdampak secara negatif. Sedangkan proper ti menengah ke atas mengalami peningkatan permintaan. Dalam catatan Lamudi, tambah dia, kelompok first buyer masih tertarik dengan properti. “Kelak akan beli setelah situasi mereda, karena terkendala dengan situasi keuangan saat pandemi,” tuturnya. (jn)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN