Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jajaran direksi dan komisaris Tanrise Property (dari kiri ke kanan) Komut Hermanto Tanoko, Komisaris Sanderawati Joesoef dan Direktur Utama Belinda Tanoko bersama CEO PTI Architect Doddy A Tjahjadi usai acara diskusi The Greater Surabaya Property Outlook 2021 di Surabaya, Senin (4/1/2021). Foto: Istimewa

Jajaran direksi dan komisaris Tanrise Property (dari kiri ke kanan) Komut Hermanto Tanoko, Komisaris Sanderawati Joesoef dan Direktur Utama Belinda Tanoko bersama CEO PTI Architect Doddy A Tjahjadi usai acara diskusi The Greater Surabaya Property Outlook 2021 di Surabaya, Senin (4/1/2021). Foto: Istimewa

2021, Masa Transisi dan Pemulihan Pasar Properti

Selasa, 5 Januari 2021 | 20:39 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id - Lembaran baru di tahun 2021 menghembuskan angin segar yang membawa harapan bagi pelaku pasar di sektor properti di Jawa Timur. Pasalnya tahun ini diprediksi akan menjadi masa transisi dan pemulihan pasar properti.

Direktur Utama Tanrise Property Belinda Tanoko dalam acara diskuisi “The Greater Surabaya Property Outlook 2021” di Surabaya, Senin (4/1/2021) mengatakan, masa transisi dan pemulihan itu sudah mulai terlihat dalam dua bulan terakhir di 2020.

Seluruh pelaku di sektor properti mulai dari konsumen, developer, pekerja hingga perbankan perlahan bergerak bangkit dan maju untuk berusaha memulihkan ekonomi Indonesia.

“Dengan kabar baik adanya vaksin Covid-19, perekonomian turut semakin pulih. Sementara sektor properti terus bergerak beradaptasi dengan era New Normal,” kata Belinda.

Jajaran direksi dan komisaris Tanrise Property (dari kiri ke kanan) Direktur Utama Belinda Tanoko, Komisaris Sanderawati Joesoef, Komut Hermanto Tanoko, Direktur Pemasaran Joseph Lukito dan CEO PTI Architect Doddy A Tjahjadi pada acara diskusi The Greater Surabaya Property Outlook 2021 di Surabaya, Senin (4/1/2021). Foto: Istimewa
Jajaran direksi dan komisaris Tanrise Property (dari kiri ke kanan) Direktur Utama Belinda Tanoko, Komisaris Sanderawati Joesoef, Komut Hermanto Tanoko, Direktur Pemasaran Joseph Lukito dan CEO PTI Architect Doddy A Tjahjadi pada acara diskusi The Greater Surabaya Property Outlook 2021 di Surabaya, Senin (4/1/2021). Foto: Istimewa

Belinda lalu memapaparkan hasil riset yang dilakukan Tanrise Property belum lama ini tentang tren dan prediksi perkembangan pasar properti di 2021. Hasilnya, di sektor perumahan, rumah tapak (landed house) dengan harga di bawah Rp 500 juta rupiah akan menjadi incaran konsumen.

Sedangkan rumah dengan harga Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar akan stabil namun sedikit tertunda penjualannya. Adapun rumah dengan harga di atas Rp 5 miliar akan terbatas, karena pasar rumah mewah akan dipengaruhi secondary market dari investor.

“Di sektor vertical housing (apartemen), hunian vertikal untuk kelas mid low, harga di bawah Rp 400 juta akan menjadi berat, karena low demand but high availability,” papar Belinda.

Lalu, hunian vertikal kelas mid, yaitu antara Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar masih akan didominasi oleh investor yang ingin mendapat tingkat pengembalian yang tinggi.  Sedangkan, hunian vertikal kelas mewah, harga di atas Rp 3 miliar sangat terbatas sekali khususnya di Surabaya, sebab hunian ini memiliki segmen pasar khusus.

Riset juga menunjukkan, cara pembayaran yang mudah masih merupakan daya tarik bagi pasar ini. Sebab, dalam sektor industrial, Covid-19 merombak pola konsumsi dunia, belanja melalui e-commerce sudah menjadi kebiasaan dan kebutuhan.

Selain itu, kolaborasi antara e-commerce global dan nasional menjadi alasan peningkatkan sektor industrial properti. "Sektor industrial menjadi satu-satunya sektor properti yang masih bertahan dan bergerak secara positif," tandas Belinda.

Selain itu, sekitar 1, 5 juta meter persegi  (m2) area pergudangan logistik di Indonesia telah digunakan dan berfungsi, dimana hal ini akan meningkat menjadi 3 juta m2 atau dua kali lipat di akhir 2030. 

Di sektor perkantoran, masyarakat bakal lebih mementingkan servis yang diberikan landlord, terutama yang berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan. Salah satu teknologi yang diimplementasikan merupakan sistem touchless.

"WFH mengubah gaya bekerja banyak orang, dan satellite office yang terintegrasi dengan teknologi akan menjadi masa depan. Flexibilitas dan teknologi menjadi aspek terpenting dalam perkantoran di 2021," paparnya.

Kemudian, beberapa tenant yang masih akan mendominasi di perkantoran adalah perusahaan berbasis teknologi, lembaga keuangan, asuransi dan juga jasa.

Menurut Belinda, properti masih menjadi pilihan investasi dibandingkan sektor lainnya. Faktor pendukung antara lain jangkauan dan infrastruktur digital yang semakin baik, pemerataan pasar properti di seluruh Indonesia lebih terjangkau, penerbitan Omnibus law yang menambah kesempatan investasi baik dari investor dalam maupun luar negeri, dan suku bunga pinjaman bank single digit yang semakin menarik dan suku bunga deposito yang kecil.

"Dana yang ditabung di bank masih berjumlah besar dan menjadi peluang untuk investasi di sektor properti," terang Belinda.

Belinda menambahkan, Tanrise Property optimistis di tahun 2021 akan menjadi salah satu pioneer properti baru dari Surabaya. Apalagi Tanrise baru saja meraih 2 award dari Indonesia Property Award 2020 by PropertyGuru yang diterima Tanrise pada akhir tahun 2020 kemarin.

"Tanrise Property terus berkomitmen untuk terus beradaptasi dan mengembangkan properti yang sesuai dengan demand masyarakat,"imbuhnya.

Beberapa proyek properti baru yang akan diluncurkan pada 2021 merupakan Tritan Hub, perumahan di Gresik dan juga Jember. Tanrise Property juga akan terus menggencarkan pemasaran on going project seperti Kyo Society, Tritan Point, Voza Premium Office serta Arc100.

Dalam kesempatan sama, Komisaris Utama Tanrise Property Hermanto Tanoko, mengungkapkan, di tahun 2021 dengan vaksinasi yang sudah akan berjalan di bulan Januari 2021 phaknya semakin yakin, bahwa ekonomi bisa bertumbuh dan kalau ekonomi bertumbuh tentunya investasi di bidang properti ini tidak akan dilupakan karena saat pendemi berlangsung banyak negara-negara di seluruh dunia termasuk di Indonesia juga memperbesar utang karena memang ekonomi tergantung dengan pandemi.

“Dengan nilai mata uang yang semakin tergerus tentunya investasi di sektor properti tentunya merupakan peluang yang mana kalau menunggu ekonomi meningkat baru membeli bisa saja dari sisi harga sudah ada perubahan,” terang Hermanto.

Menurut Hermanto, selain lokasi, reputasi developer apalagi setelah terkena dampak pandemi ini, siapa di balik proyek-proyek tersebut akan menjadi pertimbangan calon konsumen atau pembeli produk properti. Apalagi, kalau pengembang itu adalah perusahan yang sudah terbuka sehingga akan lebih transparan atau mudah dilihat dari laporan keuangannya.

“Ini yang membanggakan kami, karena Tanrise Property sudah menjadi perusahaan terbuka dengan debt eguity ratio cukup rendah sebesar 28%. Ini tentunya bisa menambah keyaninan bagi konsumen pembeli untuk berinvestasi di properti, karena selain lokasi proyek yang bagus, developer terpencaya dan konsep dari proyek yang fokus,” ujarnya.

Menurut Hermanto, dengan tiga poin paling penting itu, terlebih dengan pertumbhan ekonomi pastilah dari sisi harga atau investasi yang diivestasikan terus bisa akan meningkat dari waktu ke waktu.

“Karena investasi properti selalu mengalami kenaikan, karena pertumbuhan pendukuk yang semakin banyak sementara lahan terbatas,” pungkas Hermanto.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN