Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Arief Sabaruddin, Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP)

Arief Sabaruddin, Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP)

2021, Pemerintah Anggarkan Rp16 Triliun Dana FLPP

Selasa, 15 September 2020 | 15:33 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum (PUPR) menganggarkan dana rumah subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada tahun 2021 mencapai Rp 16,62 triliun.

“Jadi berdasarkan Buku II Nota Keuangan Beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2021, PPDPP ditargetkan dapat menyalurkan bantuan pembiayaan FLPP Rp16,62 triliun atau sekitar 157.500 unit,” ungkap Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin dalam siaran pers, Selasa (15/9).

Arief mengatakan, dalam Nota Keuangan tersebut, bahwa SiKasep (Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan) dan SiKumbang (Sistem Informasi Kumpulan Pengembang) ditetapkan sebagai sistem yang dipercaya untuk mengawal tiga program KPR Subsidi Perumahan di antaranya FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), SSB (Subsidi Selisih Bunga) dan BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan).

“Tingginya target penyaluran FLPP Tahun 2021 menjadi suatu tantangan, sehingga PPDPP, Bank Pelaksana, dan para asosiasi pengembang harus lebih bersinergi mempersiapkan penyaluran dana program KPR Subsidi Perumahan yang berbasis teknologi informasi,” katanya.

Sementara pada tahun 2020 ini realisasi penyaluran FLPP mampu menyalurkan dana sebesar 88.410 unit atau setara dengan Rp 9 triliun. Sehingga total penyaluran FLPP yang dilakukan PPDPP perode 2010 hingga 2020 telah mencapai 744.012 unit atau senilai Rp 53,37 triliun.

Tetap Jalan dengan SiKasep

Pada kesempatan itu Arief menjelaskan bahwa, meningkatnya angka kasus baru Corona Virus Disease (Covid-19) tiap harinya yang memaksa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk kembali melaksanakan tindakan pengereman (pengurangan laju) aktivitas melalui Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) 14 September ini hingga satu minggu ke depan.

Sebagai Ibukota Negara sekaligus sentra bisnis, kebijakan tersebut tentu saja berdampak pada hampir seluruh aspek, terutama sektor industri dan perdagangan.

Kendati demikian, Pemerintah melalui PPDPP Kementerian PUPR tetap mempertahankan ritme kerjanya dalam melakukan penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan FLPP bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Arief Sabaruddin mengatakan, pihaknya tetap menerapkan layanan berbasis teknologi informasi, proses bisnis yang dilakukan antara PPDPP, Bank Pelaksana, Pengembang Perumahan, maupun Masyarakat, layanan penyaluran FLPP dapat dilakukan tanpa membutuhkan kontak fisik, bahkan dapat diterapkan oleh PPDPP yang menerapkan pola kerja Work From Home (WFH) secara penuh.

“Sistem yang dibangun oleh PPDPP dengan konsep Big Data Hunian secara online dan terpadu melalui Aplikasi SiKasep (Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan) dan SiKumbang (Sistem Informasi Kumpulan Pengembang) mampu menyajikan peta supply (ketersediaan) and demand (kebutuhan) hunian. Penerapan proses bisnis dari hulu ke hilir tersebut mampu dilakukan 100% secara online,” kata Arief.

SiKasep merupakan aplikasi yang dapat digunakan oleh masyarakat dalam mencari rumah bersubsidi kapanpun dan dimanapun hanya dengan memanfaatkan aplikasi pada smartphone berbasis sistem Android. Masyarakat cukup mengunduhnya secara gratis pada App Store dan mendaftarkan diri dengan mengisi identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Besaran Penghasilan, dan Foto Diri secara langsung.

Sedangkan SiKumbang merupakan aplikasi yang diperuntukkan bagi para pengembang perumahan untuk mengisi hunian yang disediakannya, baik yang sedang dibangun, tersedia, hingga tahap perencanaan. Kedua aplikasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian sistem Big Data yang dibangun oleh PPDPP dengan mempertemukan antara pengembang, bank pelaksana, dan pemerintah.

Terpantau oleh Manajemen Kontrol PPDPP pada Senin (14/9) jumlah masyarakat yang mengakses SiKasep sudah mencapai 224.800 calon debitur terdaftar, 93.092 calon debitur sudah dinyatakan lolos subsidi checking, 10.927 calon debitur sudah dalam proses verifikasi bank pelaksana dan 88.410 calon debitur sudah menerima dana FLPP.

Per hari pertama diberlakukannya PSBB, peminat masyarakat terhadap hunian subsidi mencapai 1.389 calon debitur.

“Kondisi PSBB semakin meningkatkan minat masyarakat mengakses SiKasep. Hari ini calon debitur yang mengakses aplikasi ini meningkat dibandingkan dua hari sebelumnya, Sabtu dan Minggu yang hanya 1.141 calon debitur dan 724 calon debitur. Sehingga per hari ini di bulan September, jumlah masyarakat yang mengakses SiKasep mencapai 20.119 calon debitur,” ujar Arief.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN