Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sebuah komplek perumahan FLPP. Foto: IST

Sebuah komplek perumahan FLPP. Foto: IST

Realisasi FLPP Rumah Subsidi Capai Rp 14,83 Triliun

Selasa, 14 September 2021 | 09:49 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan bahwa realisasi penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) sampai pertengahan September 2021 telah mencapai Rp 14,83 triliun  untuk 135,797 unit rumah subsidi.

“Catatan kami realisasi penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) per tanggal 13 September 2021, PPDPP telah menyalurkan FLPP sebesar Rp14,83 triliun untuk 135.797 unit rumah atau 86,22% dari target tahun 2021,” ungkap Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin, dalam siaran pers, Selasa (14/9/2021).

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin
Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin

Sehingga, kata Arief, realisasi penyaluran FLPP dari tahun 2010 hingga  2021 telah mencapai Rp70.43 triliun untuk 900.652 unit rumah.

Seperti diketahui,  tahun 2021 pemerintah telah menetapkan alokasi anggaran FLPP (Fasilitas likuiditas Pembiayaan Perumahan Rakyat) yang disalurkan oleh PPDPP (Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp  19,1 triliun.

“Pendanaan bagi pembiayaan rumah bersubsidi tersebut Rp16,62 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni dan Rp2,5 Triliun dari dana bergulir, sehingga total alokasi anggaran Rp 19,1 Triliun untuk 157.500 unit rumah,” kata Arief Sabaruddin.

Menurut Arief, angka tersebut cukup tinggi dibandingkan dengan alokasi anggaran Tahun 2020 sebesar Rp11 triliun. Pada tahun 2021 merupakan tantangan dalam melakukan penyaluran FLPP untuk dapat lebih cepat dibandingkan tahun 2020.

Sementara untuk tahun 2022 pemerintah berencana akan menaikkan anggaran subsidi  skema FLPP sebesar Rp 28,2 triliun. Peningkatan anggaran rumah subsidi ini diyakini bisa mendorong pemulihan ekonomi di sektor properti.

“Pada tahun 2022, program ini masih terus berlanjut. Pemerintah akan mengalokasikan total Rp 28,2 triliun untuk target 200 ribu unit melalui FLPP. Sementara sambil menunggu beroperasinya BP Tapera pemerintah berkomitmen untuk terus melanjutkan FLPP sampai 2024,” ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna, belum lama ini.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN