Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja menyelesaikan pekerjaan pembangunan proyek gedung perkantoran di Jakarta, Kamis (5/11/2020).  Foto:  SP/Joanito De Saojoao

Pekerja menyelesaikan pekerjaan pembangunan proyek gedung perkantoran di Jakarta, Kamis (5/11/2020). Foto: SP/Joanito De Saojoao

Grade B Kuasai 60% Pasar Ruang Perkantoran Kawasan Non-CBD

Rabu, 15 September 2021 | 06:00 WIB
Imam Muzakir

JAKARTA, investor.id- Pasokan grade B masih mendominasi pasar sekitar 60% terhadap pasokan ruang perkantoran di kawasan non-Central Business District (CBD) Jakarta. Berdasarkan wilayah, Jakarta Selatan menyumbang lebih dari 50% inventaris kantor di kawasan non-CBD.

“Sampai semester pertama ini, Jakarta Selatan masih mendominasi pasar perkantoran non-CBD dan didominasi ruang perkantoran untuk grade B sekitar 60%, disusul Grade C sekitar 27%, dan Grade A sekitar 13%. Berdasarkan wilayah, Jakarta Selatan menyumbang lebih dari 50% inventaris kantor di kawasan Non-CBD,” kata Director Research Consultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus, dalam siaran pers, Selasa (14/9/2021).

Pada semester pertama ini ada dua proyek baru yang beroperasi, yakni Ciputra International Puri Tower 2  di Jakarta Barat dan Pondok Indah Tower 5 di Jakarta Selatan, yang menambah total pasokan baru sekitar 71.000 meter persegi. Sehingga total pasok ruang perkantoran di non-CBD ada peningkatan menjadi 3,19 juta meter persegi.

“Seiring dengan pemulihan sentimen bisnis secara bertahap, kami mulai melihat sedikit peningkatan dalam aktivitas sewa kantor selama enam bulan terakhir,” kata Anton.

Perusahaan e-commerce dan FMCG adalah yang paling aktif di pasar non-CBD, sementara permintaan dari sektor lain tetap rendah karena ekspansi yang terbatas selama pandemi.

Gedung-gedung baru terutama di kawasan utama Jakarta Selatan seperti TB Simatupang masih menarik penyewa utama untuk ekspansi dan relokasi, yang telah membantu menghasilkan permintaan bersih selama enam bulan pertama. Insentif yang lebih murah hati yang diberikan oleh pemilik gedung telah memainkan peran kunci dalam sebagian besar kesepakatan leasing baru-baru ini.

Pada paruh pertama tahun 2021, penerimaan bersih (net take-up) di kawasan non-CBD mencapai sekitar 43.000 meter persegi, setara dengan tahunan tahun lalu.  Baik Jakarta Selatan dan Jakarta Barat memberikan kontribusi gabungan 80% dari penerimaan bersih periode ini, sementara tiga wilayah lainnya menyumbang sekitar 20% dari permintaan bersih.

“Peningkatan permintaan pada semester pertama 2021 membantu menjaga kekosongan tetap stabil. Saat ini, tigkat kekosongan di sekitar 27,5%, atau sekitar 877.000 meter persegi tersedia untuk disewakan,” katanya.

Rata-rata harga sewa di kawasan non-CBD berkisar Rp 118.300 per m2 per bulan. Kawasan TB Simatupang tetap menjadi lokasi termahal dengan harga sewa rata-rata sekitar Rp145.400 per m2 per bulan. Sementara itu, di Jakarta Timur sekitar Rp 88.500 per meter persegi per bulan.

 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN