Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rumah Susun berbasis Transit Oriented Development (TOD) Rusun Samesta Mahata Serpong di Stasiun Rawa Buntu, Kota Tangerang Selatan, Banten. Foto ilustrasi: IST

Rumah Susun berbasis Transit Oriented Development (TOD) Rusun Samesta Mahata Serpong di Stasiun Rawa Buntu, Kota Tangerang Selatan, Banten. Foto ilustrasi: IST

Hunian Konsep TOD Pilihan bagi Milenial

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:49 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Hunian yang terintegrasi dengan Transit Oriented Development (TOD) di wilayah Jabodetabek dan harga yang terjangkau menjadi impian dari para milenial, serta mendukung mobilitas dan gaya hidup kesehariannya.

Co-Founder Finansia Consulting Eko Endarto menyebutkan, kesulitan para kaum milenial untuk mendapatkan hunian terjadi karena tidak seimbangnya kenaikan harga hunian dengan penghasilan, khususnya di kota-kota besar, seperti Jakarta dan wilayah sekitarnya. 

“Kehadiran hunian yang terintegrasi dengan simpul-simpul transportasi massal dan berjarak tidak terlalu jauh dari Jakarta dengan harga terjangkau, dan sejumlah insentif serta pelonggaran kebijakan kepemilikan rumah bisa menjadi jawaban akan kebutuhan hunian bagi milenial,” kata Eko Endarto, dalam sairan pers, Selasa (12/10/2021).

Eko menyebutkan, saat ini pemerintah bersama perbankan juga telah menyediakan sejumlah insentif atau kemudahan untuk meringankan beban para milenial yang ingin memiliki hunian sendiri. Salah satunya adalah kebijakan terkait masa cicilan dari yang dulunya maksimal 15 tahun kini menjadi 25 atau bahkan 30 tahun.

Dari sisi penghasilan, lanjut Eko, milenial saat ini semakin gigih mencari pendapatan sampingan. Berbeda dengan generasi baby boomers yang cenderung mengandalkan satu sumber pendapatan, para generasi milenial saat ini lebih aktif dalam menghasilkan pundi-pundi dengan mengerjakan dua atau lebih pekerjaan sampingan.

“Jadi, teori yang menyatakan milenial sulit memiliki hunian bisa dibantahkan kalau milenial tadi mau berusaha untuk mengejar ketertinggalannya, itu bisa,” ucap Eko.

Eko melanjutkan bahwa pengembang tentu tak tinggal diam. Para pengembang properti mulai berlomba-lomba menyediakan produk hunian yang sesuai dengan kebutuhan milenial. Salah satunya, pengembang berusaha untuk mengembangkan proyek hunian yang tidak terlalu jauh dari kota besar seperti Jabodetabek atau kota yang menjadi pusat kegiatan dan dikelilingi dengan sejumlah fasilitas penting seperti sarana kesehatan, pendidikan.

“Jadi, pengembang pun berusaha supaya milenial bisa beli,” ujarnya.

Huniannya pun terintegrasi langsung dengan simpul-simpul transportasi massal yang memberikan jaminan ketepatan waktu seperti kereta rel listrik (KRL), mass rapid transit (MRT), dan ke depannya light rapid transit  (LRT), karena paham bahwa istilah ‘time is money’ benar-benar melekat pada kaum milenial yang produktif ini.

Keberadaan hunian yang terintegrasi dengan simpul transportasi umum ini juga menghadirkan efisiensi dari sisi finansial. Sebagai contoh, saat ini harga tiket terusan KRL Commuter line tertinggi adalah Rp13.500 untuk sekali perjalanan di rute Bogor-Bekasi dengan rincian tiket KRL Bogor-Manggarai (Jakarta) sebesar Rp7.000. Bandingkan jika melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi, ada biaya tol sekali jalan sebesar Rp17.000 untuk rute Bogor-Jakarta, ini di luar biaya lain seperti parkir dan bahan bakar. Konsumsi bahan bakar pun cenderung meningkat hingga 20% akibat kemacetan, jangan lupa ada biaya parkir kendaraan di tempat tujuan.  

Jadi Investasi

Tak sekadar tempat tinggal, apartemen yang terintegrasi dengan transportasi massal juga bisa dijadikan sebagai investasi dan tonggak awal untuk memiliki hunian selanjutnya.

Eko menyebutkan, kaum milenial bisa menabung atau berinvestasi lewat apartemen yang mereka huni. Di masa mendatang, apartemen tersebut bisa mereka sewakan dan menjadi sumber pendapatan pasif atau dijual.

Seperti diketahui, properti merupakan salah satu instrumen investasi yang menjanjikan dengan potensi peningkatan harga yang signifikan, khusunya untuk hunian yang terintegrasi dengan simpul transportasi umum atau hunian TOD.

PT Adhi Commuter Properti (ADCP), salah satu pengembang properti berbasis transportasi massal dan salah satu anak usaha perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Adhi Karya (Persero) Tbk. tengah mengembangkan proyek hunian berkonsep TOD dengan harga yang terjangkau untuk milenial. Tersebar di 7 dari 17 stasiun LRT Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) (tahap I).  Proyek-proyek tersebut antara lain LRT City Bekasi – Eastern Green, LRT City Bekasi – Green Avenue, LRT City Jatibening, LRT City MTH, LRT City Tebet, LRT City Ciracas, LRT City Cibubur, LRT City Sentul, Adhi City Sentul, serta Grand Central Bogor- Member of LRT City, Cisauk Point- Member of LRT City, Oase Park- Member of LRT City.

“Konsep hunian TOD dari ADCP yang menempel langsung di simpul transportasi massal, yakni LRT, KRL dan Bus Trans Jakarta di Jabodetabek, memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam segi mobilitas dengan akses yang sangat relevan bagi masyarakat dengan tingkat mobilitas yang tinggi. Harga yang kami tawarkan untuk hunian konsep TOD ini pun cukup terjangkau khususnya untuk milenial karena dimulai dari Rp 300 jutaan,” kata Corporate Secretary ADCP, Adi Sampurno.

Adi menambahkan hunian TOD ADCP ini akan sangat potensial dan memberikan kemudahan kepada penghuninya dari rencana pembukaan komersial penuh LRT Jabodebek, yang menurut Presiden Joko Widodo, akan dibuka pada Juni 2022 (Cibubur – Cawang, Cawang – Dukuh Atas, Cawang – Bekasi Timur).

Dia pun optimistis, ke depan, TOD akan menjadi sebuah gaya hidup di Indonesia melihat konsep hunian serupa yang sudah dikembangkan di Hong Kong, Tokyo, Singapura, Beijing, dan Kopenhagen dan cukup berhasil.

Untuk lebih mempermudah pelanggannya mendapatkan hunian impian, khususnya kaum milenial, ADCP bekerja sama dengan Bank BTN juga menawarkan sejumlah kemudahan lewat beragam promo seperti Promo Octofest, DP 0%, bunga ringan 4,5%, dan paket wisata ke bersama pasangan ke Bali.

“Saat ini ada 11 proyek hunian TOD dari ADCP yang sedang berjalan, 7 diantaranya berada di titik stasiun LRT dan dalam waktu dekat akan ada 2 lahan lagi yang kami kembangkan yaitu area Cikunir dan Pancoran. Jadi kami akan segera memiliki 9 proyek di jalur LRT tahap pertama. Kami optimis semua proyek ADCP akan terbangun sesuai target yang sudah kami tentukan,” tutup Adi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN