Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hotel di Jakarta. Foto: Investor Daily/IST

Hotel di Jakarta. Foto: Investor Daily/IST

Okupansi Hotel di Jakarta Naik, Tetapi Pendapatan Masih Rendah

Sabtu, 20 November 2021 | 13:40 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA, Investor.id - Pemilik atau  pengusaha hotel di Jakarta sudah mulai bernafas lega setelah terjadi  pelonggaran aktivitas masyarakat dengan ditetapkannya  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1. Pelonggaran aktivitas tersebut,  berdampak pada peningkatan okupansi atau tingkat keterisian hotel-hotel di Jakarta.

“Okupansi hotel sudah mulai meningkat, ada yang 10 persen, 20 persen hingga 30 persen sebelum PPKM level 1 lalu, rata-rata 20 sampai 30 persen,” ujar Ketua Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau BPD PHRI DKI Jakarta, Sutrisno Iwantono mengatakan seperti dilansir Beritasatu.com, Sabtu (20/11/2021).

Hanya saja, kata Siswanto, peningkatan okupansi tersebut belum terlalu signifikan dan tidak berdampak besar terhadap pendapatan pihak hotel. Pasalnya, harga yang ditawarkan umumnya merupakan harga diskon.

“Jadi, okupansi ini belum linear dengan peningkatan pendapatan karena banyak harga diskon. Sewa kamar hotel terjual banyak, tetapi karena harga diskon, maka pendapatan tetap rendah,” tandas dia.

Masih menurut Siswanto,  hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi usaha pariwisata hotel. Apalagi, kata dia, masih banyak masyarakat yang belum percaya diri melakukan perjalanan yang memerlukan jasa hotel.

“Kita berharap saja Covid-19 makin terkendali, sehingga mobilitas masyarakat juga tinggi, daya beli meningkat dan masyarakat percaya diri untuk melakukan perjalanan dan nginap di hotel-hotel,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Siswanto juga mengomentari soal keputusan pemerintah untuk menerapkan PPKM level 3 pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 untuk mencegah lojakan kasus Covid-19 dan gelombang ketiga penyebaran Covid-19. Pihaknya sepakat terkait hal tersebut, tetapi dia berharap tidak terlalu lama.

“Intinya kita sepakat, tetapi tidak boleh terlalu lama nanti pengusaha hotel akan berat lagi. Prinsipnya kita dukung upaya pemerintah untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19,” pungkas Siswanto.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN