Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BTN menggelar akad kredit massal rumah subsidi dengan skema skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

BTN menggelar akad kredit massal rumah subsidi dengan skema skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

BTN Targetkan Biayai 11 Ribu Unit Rumah Skema BP2BT

Minggu, 21 November 2021 | 23:59 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

PALEMBANG, investor.id -PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menggelar akad kredit massal rumah subsidi dengan skema skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Acara akad kredit massal ini dalam rangka memenuhi target 11.000 unit rumah sampai akhir tahun 2021.

Direktur Consumer and Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar mengungkapkan,  acara akad kredit massal KPR BP2BT dalam rangka mendorong penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) dengan skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) memenuhi target 11.000 unit hingga akhir tahun 2021.

“Bank BTN melakukan berbagai strategi, salah satunya dengan menggelar akad KPR BP2BT massal yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.  Akad kredit massal KPR BP2BT merupakan bagian dari rangkaian hari ulang tahun KPR ke-45 yang jatuh pada tanggal 10 Desember nanti,” ungkap Hirwandi, dalam siaran pers, Minggu (21/11/2021).

Akad kredit massal ini, bentuk keseriusan dari bank BTN dalam membantu pemerintah menggenjot program Pembangunan Sejuta Rumah (PSR) dan mengurangi backlog perumahan dengan skema KPR BP2BT.
Akad kredit massal ini, bentuk keseriusan dari bank BTN dalam membantu pemerintah menggenjot program Pembangunan Sejuta Rumah (PSR) dan mengurangi backlog perumahan dengan skema KPR BP2BT.

Menurut Irwandi, acara akad kredit massal yang diadakan pada Sabtu 20 November 2021 di Palembang, Sumatera Selatan, bank BTN berhasil melakukan akad kredit massal KPR BP2BT sebanyak 2.150 unit. Sebelumnya BTN juga berhasil merealisasikan KPR Massal lebih dari 4000 unit rumah subsidi.

“Saat ini yang sudah kita realisasikan lebih dari 4.000 unit, sehingga dengan akad hari ini BTN hampir salurkan 7.000 unit KPR skema BP2BT. Kita akan lakukan akad massal sampai akhir November, sehingga kami berharap target 11.000 itu akan tercapai hingga akhir tahun 2021,” kata Hirwandi.

Hirwandi menjelaskan, gelaran akad kredit massal ini, bentuk keseriusan dari bank BTN dalam membantu pemerintah menggenjot program Pembangunan Sejuta Rumah (PSR) dan mengurangi backlog perumahan dengan skema KPR BP2BT. Untuk itu, perseroan mendorong pengembang mempercepat akad atau realisasi KPR BP2BT.

“Setelah kuota KPR FLPP tahun habis, maka bank BTN juga secara serius membantu pemerintah untuk mendorong pembiayaan melalui skema KPR BP2BT agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap dapat memiliki rumah disamping bisnis para pelaku pembangunan perumahan yang berdampak pada 174 industri ikutannya berjalan,” katanya.

Akad kredit massal BTN ini dalam rangka memenuhi target 11.000 unit rumah sampai akhir tahun 2021.
Akad kredit massal BTN ini dalam rangka memenuhi target 11.000 unit rumah sampai akhir tahun 2021.

Hirwandi berharap, tidak ada lagi perbedaan yang dilakukan pengembang terhadap KPR FLPP dan KPR BP2BT. Pasalnya keduanya merupakan KPR subsidi yang sangat bermanfaat dan memudahkan MBR dalam memiliki rumah.

“Apalagi kini ada dana talangan dari bank BTN untuk uang muka bagi KPR BP2BT, sehingga pengembang tidak perlu khawatir cash flow nya terganggu,” jelasnya.

Menurut Hirwandi, dengan dana talangan dari bank BTN maka pencairan subsidi uang muka hingga Rp40 juta bisa dilakukan di depan, sehingga pengembang tidak perlu menunggu pencairan pemerintah yang mungkin butuh waktu. Kemudian dari sisi masyarakat konsumen atau debitur, bank BTN memberikan kemudahan angsuran sama dengan angsuran FLPP dan memberikan pilihan fix suku bunga selama 5 tahun dan 10 tahun.

“Kedua angsurannya itu jauh lebih rendah dari FLPP, sehingga dilihat dari konsumen keuntungannya ada dua yaitu konsumen beli rumah senilai Rp150 juta, namun mereka membelinya hanya Rp110 juta karena Rp40 juta di subsidi, yang kedua keuntungannya angsurannya hampir sama bahkan lebih rendah dari pada KPR FLPP,” ungkap Hirwandi.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Herry Trisaputra Zuna mengatakan, Kementerian PUPR mengapresiasi kerja keras bank BTN dalam menyalurkan KPR BP2BT.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank BTN yang hari ini bekerja keras menyalurkan produk KPR BP2BT, yang jika melihat sejarahnya di awal-awal agak seret penyalurannya, walaupun kami meyakini perubahan ini sangat baik,” ujarnya.

Herry menuturkan, KPR BP2BT ini sangat baik, karena mengajak masyarakat untuk membiasakan menabung, apalagi dari sisi bank produk ini tidak mendistorsi pasar. Kelebihan lainnya, bank BTN bisa menyalurkan kreditnya dengan bunga pasar, sedangkan ketidakmampuan MBR ditutup pemerintah dengan tunai sebesar hingga Rp40 juta sehingga sisanya dicicil.  

“Mari kita bangun komitmen bersama bahwa apa yang kita bangun ini memberikan manfaatnya kita semua,” ujarnya.

Sementara Pj Sekda Provinsi Sumatera Selatan Suman Asra Supriono mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas subsidi pemerintah yang diberikan kepada para masyarakat yang berpenghasilan rendah.  “Semoga kuota perumahan untuk Sumatera Selatan akan lebih banyak lagi ke depan,” katanya.

Menurut Supriono, pemerintah provinsi Sumatera Selatan akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota terkait penyediaan perumahan di wilayah Sumatera Selatan ini karena masyarakat membutuhkan perumahan yang layak huni.  “Saya berharap apa yang kita lakukan pada hari ini adalah suatu tekad kita bersama melakukan penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” harapnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN