Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja beraktivitas menyelesaikan pembangunan perumahan di Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pekerja beraktivitas menyelesaikan pembangunan perumahan di Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Penjualan Properti Meningkat Lagi di Kuartal IV

Senin, 22 November 2021 | 09:58 WIB
Leonard Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com) ,Nasori ,Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id) ,Tri Listiyarini

JAKARTA, investor.id –  Di sektor properti, riset Indonesia Property Wacth (IPW) menyebutkan bahwa volume penjualan rumah di kawasan Jabodebek-Banten sepanjang Januari-September 2021 naik 21,35% dibandingkan dengan periode sama 2020. Penjualan diyakini meningkat lagi pada kuartal IV ini.

“Ada kecenderungan Q4-2021 tumbuh signifikan secara year on year,” ujar Chief Executive Officer (CEO) IPW Ali Tranghanda kepada Investor Daily, Sabtu (20/11/2021).

Pengamat Properti_CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda Beritasatu Photo/Uthan AR
Pengamat Properti_CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Dia menyatakan, pada kuartal III-2021, penjualan rumah Jabodebek- Banten tercatat sebanyak 6.242 unit, naik dibanding periode sama sebelumnya 5.143 unit. Dari sisi nilai, penjulan rumah tersebut melonjak 67,76%, yakni dari Rp 3,10 triliun menjadi Rp 5,20 triliun.

Sedangkan kuartal III dibanding kuartal sebelumnya (qtq) meningkat 53,5%.

Menurut Ali Tranghanda, pertumbuhan penjualan rumah ready stock pada kuartal III-2021 tumbuh 14,0% (q to q), melanjutkan tren pertumbuhan yang terjadi sejak program insentif Pajak Per tambahan Nilai (PPN) diberlakukan pada 1 Maret 2020.

“Komposisi penjualan rumah secara indent sebesar 75,78% dibandingkan ready stock sebesar 24,22%,” kata Ali Tranghanda.

IPW menyebutkan, pada kuartal III- 2021, segmen rumah yang dibanderol berkisar Rp 300-500 juta per unit naik 20,50% dibandingkan dengan kuartal II-2021. Namun, segmen Rp 1-2 miliar per unit melonjak lebih tinggi, yakni 35,3%. Penurunan paling tajam terjadi untuk segmen Rp 2 miliar ke atas yang anjlok 89,9%.

Head of Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto
Head of Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto

Sementara itu, konsultan property Colliers Indonesia memperkirakan permintaan untuk apartemen strata title pada kuartal IV-2021 akan meningkat, seiring dengan penurunan kasus Covid-19 di Jakarta.

“Diperkirakan tingkat permintaan untuk apartemen strata akan meningkat di Q4 2021, asal tidak ada gelombang ketiga Covid-19,” kata Head of Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto.

Dia mengatakan, pada kuartal III- 2021, ada 2.107 unit apartemen baru di Jakarta yang masuk dan diserahterimakan sehingga total pasokan apartemen di Jakarta mencapai 217.085 unit.

“Tidak ada proyek baru yang diperkenalkan di kuartal III. Diprediksi ada tambahan pasokan apartemen pada kuartal IV tahun 2021 sebanyak 940 unit,” katanya.

Hotel dan Restoran

Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran.
Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran.

Sedangkan Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, tingkat pemesanan hotel mengalami peningkatan sejak adanya pelonggaran aktivitas masyarakat.

“Sejak adanya pelonggaran PPKM, yang membuat aktivitas masyarakat kembali bergeliat, tingkat pemesanan hotel mengalami peningkatan, dan mencapai yang tertinggi pada Kuartal IV ini,” ujar dia.

Meski, lanjut Yusran, kenaikan pemesanan terjadi pada wilayah-wilayah tertentu.

Dia mencontohkan daerah sekitar Jabodetabek dan daerah lainnya yang bisa dijangkau dengan transportasi darat.

“Untuk wilayah Jabodetabek seperti Bogor misalnya, peningkatan cukup drastis. Rata-rata occupancy rate bisa mencapai 60-70%. Sementara untuk Bali, dari September sudah ada peningkatan occupancy rate menjadi 15-20% dari yang sebelumnya hanya single digit,” ujar dia.

Dia menambahkan, kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) yang menjadi salah satu andalan industri perhotelan dalam menuai pemasukan juga telah kembali menggeliat. “Selama ini kita sangat menggantungkan pada MICE, dan itu menyumbang cukup besar terhadap pemasukan hotel,” terang dia.

Momentum pertumbuhan tersebut, menurut Yusran, masih berpotensi berlanjut hingga akhir tahun. Meski demikian, hal itu terancam adanya pengetatan aktivitas masyarakat yang rencananya kembali diberlakukan pemerintah pada 24 Desember-2 Januari mendatang.

Yusran berharap, pemerintah juga perlu mempertimbangkan dampak yang akan dialami industri dari setiap kebijakan yang diambil, terutama industri pariwisata. Pasalnya, nasib industri pariwisata sangat bergantung pada pergerakan manusia.

“Apalagi di kuartal I nanti biasanya industri pariwisata memasuki masa low season,” sambung dia. (epa/ac/hg)

Baca lengkap di epaper Investor Daily https://subscribe.investor.id/

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN