Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pandemi memaksa properti mendesain rancangan agar lebih mendorong rasa tenang, relaksasi, dan produktivitas. Foto: Ceown Group

Pandemi memaksa properti mendesain rancangan agar lebih mendorong rasa tenang, relaksasi, dan produktivitas. Foto: Ceown Group

Crown Group Lansir Dua Proyek Baru Mastery dan Waterfall

Rabu, 24 November 2021 | 18:00 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -Pengembang properti  berbasis di Australia, Crown Group, memperkenalkan  koleksi proyek terbarunya Griya Tawang Sydney Mastery dan Waterfall by Crown Group kepada calon investor domestik dan luar negeri. Hal ini menyusul dibukanya kebijakan perjalanan bebas karantina.

Co-founder dan Group CEO Crown Group Australia Iwan Sunito mengatakan, dua pengembangan Sydney, Mastery by Crown Group dan Waterfall by Crown Group, menawarkan perpaduan menarik antara griya tawang dan apartemen berarsitektur di salah satu kawasan suburban yang paling dicari.

“Meskipun dilanda wabah Covid-19, investasi Asia tetap kuat di Sydney,” ungkap Co-founder dan Group CEO Crown Group Australia Iwan Sunito, dalam siaran pers, Rabu (24/11/2021).

Menurutnya,kawasan  Sydney memiliki pertumbuhan yang kuat untuk investasi properti. Hal ini  didukung oleh pemerintahan yang stabil, pendidikan, dan permintaan hunian yang melebihi pasokan. Selain itu, kota Sydney mendapatkan nilai tinggi dalam keindahan alam, budaya, infrastruktur, dan pembangunan ekonomi.

“Kota ini menawarkan harga properti yang sangat kompetitif, Kawasan suburban Alexandria, Waterloo, dan Green Square yang populer di kalangan pensiun, pasangan muda, dan juga  investor, karena didukung oleh akses mudah ke pusat pendidikan,ruang terbuka  dan fasilitas kesehatan lainya,” katanya.

Knight Frank, konsultan real estat independen terkemuka, memperkirakan bahwa pada tahun 2021 harga real estat di Sydney akan melonjak sebesar 10%. Prospeknya tetap positif untuk 2022 juga, dengan perkiraan pertumbuhan yang positif year on year sebesar 7%. Pasar Sewa Sydney juga tetap kuat selama periode lockdown. Permintaan meningkat melalui transaksi penjualan Crown Group yang mencapai Rp 280 milIar pada bulan Oktober, dimana 75% terjual kepada investor.

Direktur Penjualan Crown Group, Prisca Edwards mengkonfirmasi bahwa terjadi lonjakan peningkatan transaksi properti  oleh investor dalam tiga tahun terakhir dan diharapkan ada peningkatan capai Rp 400 miliar pada bulan November. Semua apartemen yang terjual pada bulan Oktober adalah unit apartemen dengan dua kamar tidur, dua kamar mandi dengan tujuan sebagai unit sewaan. “Peningkatan penjualan ini menandakan kembalinya investor properti di Sydney  yang sebelumnya lebih sepi, mungkin karena lock down dan penutupan perbatasan internasional.

“Kesenjangan harga antara apartemen dan rumah semakin kecil dan rata-rata harga sewa apartemen mengalami kenaikan. Pengetatan pasar sewa ini mendorong pertumbuhan pembeli investor. Banyak profesional muda, dan bahkan keluarga, terpaksa untuk menyewa karena harga rumah saat ini terlalu mahal.” kata Prisca.

Selain itu, kata dia, suku bunga yang rendah saat ini menarik bagi para investor untuk mencari properti . “Kami melihat ini waktu yang tepat bagi investor untuk membeli properti, terutama di sektor apartemen khususnya off-the-plan karena para ekonom memperkirakan lonjakan harga hunian sebesar 15%,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN