Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Waterfront Estates. Foto: PT Lippo Cikarang Tbk

Waterfront Estates. Foto: PT Lippo Cikarang Tbk

Rumah Mewah Rp 3-5 Miliar Masih Menjadi Favorit 2022

Rabu, 12 Januari 2022 | 16:06 WIB
Imam Muzakir

JAKARTA, investor.id -Konsultan properti Coldwell Banker Commercial menyebutkan bahwa rumah kelas menengah atas dengan harga Rp 3-5 miliar masih menjadi tren pada tahun 2022. Hal itu didorong oleh membaiknya penanganan Covid-19 dan juga insentif pajak pemerintah.

Managing Partner Coldwell Banker Commercial (CBC) Tommy H Bastamy mengatakan, terkendalinya penanganan Covid-19 akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Hal ini akan menjadi daya tarik masyarakat ataupun investor untuk membelanjakan dananya, dan salah satunya adalah sektor properti.

Saat ini sektor properti yang masih menarik di pasaran adalah hunian, terutama rumah tapak yang memang kebutuhannya masih cukup besar. “Justru yang menarik di tengah pandemi ini harga rumah mewah di atas Rp 3 miliar itu peminatnya cukup besar dibandingkan harga rumah di atas Rp 2-3 miliar,” kata Tommy kepada Investor Daily, Rabu (12/1/2022).

Menurut Tommy, selama ini masyarakat kelas menengah atas pada saat pandemi Covid lebih menahan diri (wait and see) untuk membelanjakan dananya. Ketika kondisi membaik dan ekonomi juga mulai bangkit, masyarakat mulai membelanjakan dananya ke properti, terutama rumah tapak.

Sedangkan permintaan hunian dengan harga di bawah Rp 2 miliar, kata Tommy, diprediksi lebih besar lagi. Karena pasar untuk kelas ini masih sangat tinggi di Indonesia terutama bagi masyarakat pembeli rumah pertama.

Sebelumnya, Tommy mengatakan sektor residensial bakal lebih cepat pulih dibandingkan sektor apartemen ataupun perkantoran pada 2022 ini.

Tommy menyatakan, penyebab lain membaiknya pasar residensial adalah perpanjangan insentif pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) untuk rumah tapak.

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN