Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Besarnya Pasar KPR Pekerja Informal Jadi Bidikan BTN

Sabtu, 15 Januari 2022 | 14:43 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk, menilai sepanjang tahun 2021 masih terdapat beberapa permasalahan terkait penyaluran pembiayaan KPR Subsidi di Indonesia, termasuk belum tergarapnya konsumen dari sektor informal secara maksimal.

Kepala Divisi Subsidized Mortgage Lending PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Mochamad Yut Penta mengatakan, tahun 2021 lalu, realisasi KPR sektor informal yang tergarap oleh BTN baru 12% dari total penyaluran KPR Subsidi. Ia berharap pada tahun 2022 bisa terjadi peningkatan

“Sektor informal ini jumlahnya cukup besar dibandingkan sektor formal. Karena itu diperlukan strategi yang tepat untuk mendorong realisasi penyerapan karena masih besarnya potensi yang bisa digarap,” kata Mochamad Yut Penta dalam acara Diskusi bertema “Peluang dan Tantangan sektor Perumahan tahun 2022”, Jumat (14/1/2022)

Melansir hasil data Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Penta menyebut realisasi KPR bersubsidi bagi sektor informal secara nasional sepanjang tahun 2021 mencapai 9,88% atau setara 17.666 unit. Sedangkan sepanjang tahun 2021 BTN baru merealisasikan kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi bagi pekerja sektor informal sebesar 12%.

Untuk tahun 2022, bank pelat merah itu akan lebih mendorong segmen pembiayaan perumahan untuk pasar pekerja sektor informal melalui skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). “Tahun ini kami akan terus mendorong penyaluran KPR sektor informal ke BP2BT. Hal ini sesuai arahan Kementerian PUPR,” kata Penta.

Penta menyebutkan realisasi KPR BP2BT Bank BTN selama tahun 2021 mencapai 10.968 unit. “Tahun lalu BP2BT belum secara spesifik membiayai kredit bagi pasar pekerja sektor informal. Sedangkan tahun ini BP2BT akan lebih fokus membiayai KPR bagi sektor informal,” ujarnya.

Untuk menyasar sektor informal ini, kata Penta, BTN terus bekerja sama dengan sejumlah lembaga maupun asosiasi, mengingat sektor ini memiliki semacam kelompok dan perkumpulan profesi yang spesifik. Sebut saja perkumpulan profesi tukang bakso, tukang cukur dan asosiasi lainnya. Langkah kerja sama diharapkan akan mempermudah pengawasan.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (DPP REI) Bidang Penyediaan Perumahan Sejahtera Tapak, Danny Wahid menyatakan, kendala utama sektor informal ini rata rata tidak bankable, dan tidak memiliki pendapatan tetap. Padahal dilihat dari penghasilan sejatinya cukup besar, dan ini potensial bagi perbankan membiayai sektor informal tersebut.

“Pekerja sektor informal belum tergarap dengan baik. Padahal, tidak sedikit pekerja sektor informal yang punya kemampuan mencicil karena penghasilannya relatif besar,” ujar Danny. Sektor informal ini sebenarnya menjadi peluang bagi sektor pembiayaan. Apalagi dana subsidi sudah disediakan oleh pemerintah.

Sementara itu Direktur PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Heliantopo menjelaskan, pola pembiayaan perumahan bagi pekerja sektor informal bisa memanfaatkan skema sewa beli. “Skema sewa beli bisa menjadi solusi penyediaan hunian bagi pekerja sektor informal. Misalnya, selama 20 tahun mereka membayar cicilan berupa sewa. Kemudian, di akhir periode cicilan, rumah tersebut akan menjadi hak milik pekerja informal itu,” kata dia.

Heliantopo mengatakan, SMF tetap aktif melakukan pembiayaan jangka panjang kepada Lembaga penyalur baik konvensional maupun syariah dalam rangka mendukung sektor informal. “Strategi ke depan SMF adalah melakukan kerjasama pembiayaan perumahan untuk pekerja di sektor informal (Kredit Mikro) dan inisiasi program baru untuk mendukung keterjangkauan pemilikan rumah bagi MBR,” ujarnya.

 

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN