Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) dan Urban Renaissance (UR) Agency melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman. Foto: IST

PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) dan Urban Renaissance (UR) Agency melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman. Foto: IST

Tak Main-main, MITJ Gandeng UR Jepang Kembangkan Kawasan TOD di Jabodetabek

Rabu, 26 Januari 2022 | 14:47 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) dan Urban Renaissance (UR) Agency telah melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman untuk bersama-sama melakukan eksplorasi demi terwujudnya pengembangan kawasan terintegrasi atau biasa disebut transit oriented development (TOD) pada tanggal 26 Januari 2022.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT MITJ Tuhiyat, Direktur PT MITJ Oktavianus Berdikarianto, dan Wakil Presiden Senior Eksekutif Urban Renaissance Agency Ito Osamu yang dilakukan secara hibrida antara kedua belah pihak.

Baca juga: Grab Jadi Transportasi Online Pertama di Aplikasi JakLingko

Kerja sama ini merupakan salah satu komitmen awal dan landasan bagi PT MITJ dan UR untuk bersinergi dalam mengeksplorasi peluang pengembangan TOD dan juga pengembangan sumber daya manusia untuk mewujudkan solusi transportasi yang terintegrasi dan berbasis konektivitas antarmoda.

“Meskipun terhalang oleh jarak, kami berharap dengan terlaksananya kerja sama ini dapat membuka peluang PT MITJ untuk pengembangan TOD dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memajukan perekonomian, dan memberikan kenyaman, serta meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi umum,” ujar Tuhiyat dalam keterangan resmi, Rabu (26/1).

Ke depannya, lanjut dia, PT MITJ berharap kerja sama ini dapat mengakselerasi inisiatif-insiatif strategis integrasi dan pengembangan TOD serta terjalinnya kerja sama yang sinergis dengan pemangku kepentingan demi mendukung kemajuan ekosistem transportasi di Jakarta dan sekitarnya.

Sebelumnya, PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) disebut akan menjadi koordinator integrasi atau integrator transportasi Jabodetabek. Hal tersebut salah satu esensi dari dokumen integrasi transportasi Jabodetabek yang ditandatangani oleh PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT KAI (Persero) pada 29 September 2021.

"Kami akan melakukan pengintegrasian sistem layanan antara MRT dengan KAI. Dan, yang dikerjakan pada saat ini adalah bagaimana memastikan bahwa nanti pada saat dilakukan pengintegrasian sistem layanan semuanya ini akan dikoordinasikan oleh PT MITJ yang dibentuk bersama antara PT MRT Jakarta dan PT KAI," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar saat itu.

Baca juga: 2022, MRT Jakarta Targetkan Rata-Rata 40.000 Penumpang/Hari

Dia menuturkan, integrasi tersebut nanti dapat mencakup hingga KRL Jabodetabek dan Kereta Bandara Soekarno-Hatta. Namun, rinci skemanya masih terus dibahas dan ditargetkan bisa disampaikan ke publik pada akhir tahun ini.

"Bagaimana menyatukan proses layanan, khususnya yang terjadi di KCI (Kereta Commuter Indonesia), dalam satu format integrasi tentunya ini yang akan kami laporkan karena prosesnya sedang berjalan," ungkap William.

Dia menyebutkan, untuk operator KRL Jabodetabek ataupun Kereta Bandara Soekarno-Hatta kemungkinan tetap seperti saat ini. Hanya saya, pelayanan hingga sistem pembayarannya akan dikoordinasikan oleh MITJ selaku integrator transportasi Jabodetabek.

"Kemarin ada suatu kesepakatan bahwa kita sepakat melakukan integrasi. Pembicaraan teknisnya sedang dilakukan. Jadi di atas itu ada MRT dan KAI bersepakat membentuk MITJ. MITJ yang akan menjadi koordinator dalam hal melakukan integrasi. Yang di bawahnya bisa saja nanti ada KCI dan kereta bandara. Mereka tetap operator," papar William.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN