Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung perkantoran di kawasan CBD Jakarta

Gedung perkantoran di kawasan CBD Jakarta

Kuartal I Kinerja Perkantoran Jakarta Masih Stabil

Senin, 9 Mei 2022 | 15:36 WIB
Imam Muzakir

JAKARTA, investor.id - Konsultan properti JLL Indonesia menilai bahwa kinerja perkantoran di Jakarta untuk kuartal pertama tahun 2022 relatif stabil. Tidak adanya pasokan tambahan ruang perkantoran dan permintaan terbatas di Kawasan CBD (central business district), tingkat hunian masih di angka 74 %.

“Sektor perkantoran tahun 2022 diawali dengan tingkat hunian yang relatif stabil, yaitu di angka 73% untuk kawasan CBD dan 74% untuk kawasan Non-CBD,” kata Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim, baru baru ini.

Menurut Yunus, diperkirakan sampai akhir tahun 2022 bakal ada 4 gedung baru grade A di kawasan CBD yang bakal rampung dibangun pada triwulan-triwulan ke depan dan ini berpotensi menambah pasokan sebanyak 270 ribu meter persegi di tahun 2022.

“Hingga tahun 2022 ini total pasokan perkantoran di Kawasan CBD mencapai 6,8 juta meter persegi,” kata Yunus.

Untuk sewa perkantoran grade A, kata Yunus, rata rata mencapai Rp 236. 426 m2, atau alami penurunan di angka 2,8% q-o-q atau dengan angka. Hal ini disebabkan adanya penyesuaian dengan tingkat kekosongan yang tinggi dan permintaan yang terbatas.

“Baik tingkat hunian dan harga sewa diperkirakan akan tetap berada di bawah tekanan pada kuartal berikutnya tahun 2022 karena bakal ada pasokan besar yang masuk ke depan,” kata Yunus.

Sedangkan untuk kawasan Non-CBD juga relatif stabil dengan tingkat hunian rata rata capai 74 %. Diperkirakan pada periode berikutnya bakal ada tambahan pasokan sebanyak 130 ribu meter persegi pada tahun 2022.

“Tingkat hunian secara keseluruhan sedikit stabil karena tidak ada pasokan baru dan permintaan yang terbatas,” ujarnya.

Untuk menjaga kelangsungan usaha tetap masih tetap menjadi prioritas bagi pemilik gedung. Sehingga pemilik belum berencana untuk menaikan harga sewa pada kuartal pertama 2022 ini.

“Harga Sewa tetap di bawah tekanan dengan penurunan sedikit 0,6% q-o-q atau angka Rp 109.665 m2.” Permintaan yang melemah dan harga sewa yang tertekan masih diperkirakan terjadi pada kuartal berikutnya tahun 2022,” jelasnya.

Pasokan perkantoran sampai dengan kuartal pertama 2022 di kawasan Non CBD mencapai 3,1 juta meter persegi. Suplai tambahan sampai tahun 2026 diperkirakan ada 400 ribu meter persegi.

Editor : Imam Muzakir (imam.muzakir@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN