Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Ciputra Perkirakan Investasi BUMN Tower Rp 5 Triliun

Jumat, 28 Januari 2011 | 09:52 WIB
Antara

JAKARTA- Ciputra Development, perusahaan properti yang berminat menggarap BUMN Tower mengusulkan biaya pembangunan berkisar Rp 5 triliun.

"Mereka menyampaikan perkiraan nilai investasi sekitar Rp 5 triliun. Sesuai dengan disain BUMN Tower yang akan terdiri atas 5 menara, satu menara sekitar Rp 1 triliun," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar, usai menerima konglomerat Ir Ciputra, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis.

Menurut Mustafa, pihak Ciputra sudah menyampaikan proposal dan disain gambar BUMN Tower yang mereka sebut Panca Menara sesuai dengan dasar negara, Pancasila.

Akan tetapi diutarakan Mustafa, rencana pembangunan BUMN Tower itu masih dalam pembahasan dan masih menunggu respon dari berbagai pihak termasuk dari masyarakat.

Selain Ciputra Development, kelompok usaha Artha Graha juga tertarik membangun proyek tersebut. "Tommy Winata (taipan Artha Graha) baru menyampaikan maket (gambar), belum pada nilai investasi," katanya.

Selain pihak swasta, tidak tertutup kemungkinan pemerintah juga akan melibatkan BUMN yang bergerak di sektor konstruksi untuk pembangunan proyek mercusuar tersebut.

"Kita memiliki BUMN Karya yang punya kemampuan membangun gedung bertingkat," kata Mustafa.

Meski begitu Menteri BUMN belum dapat memastikan kapan pembangunan BUMN Tower tersebut karena masih menunggu tanggapan semua pihak dulu. "Ini baru sebatas ide dari saya. Tentu tetap harus menunggu respon sejumlah pihak," katanya.

Adapun lokasi BUMN Tower tersebut sedang dipertimbangkan menempati lahan seluas 14 hektare milik PT Rajawawali Nusantara Indonesia (Persero), atau bekas Markas Besar Angkatan Udara, kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.

Terkait pendanaan, Mustafa menuturkan bisa disiasati dari sejumlah BUMN yang dikombinasikan dengan developer.

"Yang pasti dananya tidak dari APBN. Bisa dari investasi pemilik lahan yang dapat dikonversi menjadi saham, ataupun dari pengembang yang menjadi investor dalam pembangunan itu," tegas Mustafa. (gor/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN