Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bernardus Djonoputro, Chairman Local Committee Isocarp dan Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia, di Jakarta, Kamis (5/9).

Bernardus Djonoputro, Chairman Local Committee Isocarp dan Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia, di Jakarta, Kamis (5/9).

KONGRES ISOCARP

500 Perencana Kota Bahas Kota Baru Indonesia

Imam Mudzakir, Kamis, 5 September 2019 | 21:44 WIB

JAKARTA, investor.id -Sekitar 500 Perencana tata kota dari 44 negara dan 30 Walikota berencana bakal membahas masalah masa depan kota baru di Indonesia dan dunia dalam Kongres Perencana Dunia (International Society of City and Regional Planners/Isocarp) di Bogor dan Jakarta, 9 September mendatang.  Menurut rencana, Presiden Joko Widodo bakal membuka kongres tersebut.

“Kita berhasil membawa Kongres Perencana Sedunia ini pertama kali ke Asia Tenggara.  Kongres ini adalah manifestasi pentingnya posisi Indonesia dalam isu urbanisasi dan para perencana maupun pemerintah Indonesia dapat belajar dan bertukar pikiran tentang pemecahan masalah perkotaan kita,” ungkap Bernardus Djonoputro, Chairman Local Committee Isocarp dan Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia, di Jakarta, Kamis (5/9).

Menurutnya, persoalan tata ruang sampai saat ini sudah mengalami tumpang tindih yang bisa berdampak pada konflik berkepanjangan di kemudian hari, sehingga memerlukan perhatian serius dari pemerintah agar persoalan pembangunan ruang kota tidak menghambat pertumbuhan ekonomi, investasi dan percepatan pembangunan infrastruktur.

“Konflik mengenai tata ruang semakin banyak terjadi belakangan ini, karena kendala pengelolaan tata ruang lintas sektor yang tidak efektif,” kata dia.

Hingga saat ini belum terlihat langkah-langkah nyata pemerintah berkaitan dengan agenda perkotaan, tata ruang kota maupun desa yang dikaitkan dengan visi perencaan sistem kota-kota Indonesia sebagai negara maritim di katulistiwa, ragam budaya di 17 ribu lebih pulau, ditengah ring of fire dan keberagaman sosial, Indonesia masih menyisakan beberapa masalah.

Bernardus mengatakan, kongres ini menjadi forum yang relevan untuk menyampaikan bahwa perencanaan penting dalam pembangunan khususnya yang terkait dengan pembangunan perkotaan dan sumber daya manusia. Apalagi kota merupakan pusat pendidikan dan pengembangan keilmuan dan teknologi.  Selain itu bersamaan dengan kongres, akan dilaksanakan Kaukus Walikota IAP 2019, diikuti 30-an walikota untuk mencari solusi inovasi dalam pembanhunan perkotaan berkelanjutan.

“Kongres Perencanaan se-dunia ini adalah sumbangsih Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia dalam memberikan masukan bagi upaya pemerintah membangun kota yang aman, nyaman dan berkelanjutan, serta memperkaya diskursus teknis tentang isu pemindahaan ibukota,” ujarnya.

Para peserta kongres akan mendiskusikan tematik perencanaan yang penting dan terkini di dunia,  berbagai isu yang membutuhkan banyak masukan perencana, termasuk pemindahan ibukota negara, terutama dari negara lain yang sudah berpengalaman dalam memindahkan ibukotanya.

Forum menjadi forum penting dalam beberapa dekade terakhir ini bagi para perencana Indonesia, karena tidak hanya perencana professional, tetapi juga perencana dan praktisi perkotaan yang bekerja di instansi pemerintah pusat dan daerah, di perguruan tinggi, dunia usaha, dan organisasi kemasyarakatan yang akan hadir. Diperkirakan lebih dari 200 orang akan hadiri dari Indonesia.

Tantangan pembangunan ke depan harus dijawab melalui perencanaan tata ruang nasional yang berfokus pada penyelarasan daya dukung ruang, ketersedian lahan dengan target pembangunan.

“Jadi, fokus ke depan hendaknya diarahkan pada perencanaan ruang Indonesia yang mumpuni, yang berpihak kepada kebutuhan masyarakat, dan tata ruang menjadi panglima pembangunan dan pemanfaatan ruang,” katanya.

Pemerintah harus tegas dalan mahzab perencanaan lintas matra dan lintas sektor, menjadikan tata ruang sebagai penjamin investasi yang berkelanjutan, bukan penghambat. Perbaikan aturan merencana dan produk perrlu diperbaiki, namun harus terlebih dulu melakukan revisi atas UU 26 tahun 2007 maupun UU lain yang berkaitan.

Rencana pemindahan ibukota negara  menjadi refleksi penting bagi tata ruang ke depan. Tata ruang tidak  boleh hanya mengikuti kemauan pasar semata, tapi mampu mendorong iklim investasi yang kondusif dengan cara mengarahkan kegiatan investasi agar menempati ruang yang sesuai dengan prinsip keberlanjutan pembangunan.

Isu lintas sektor dalam perencanaan menekankan pentingnya pendekatan holistik perencanaan dan terakomodasinya semua matra ruang. Urusan tata ruang juga tidak dapat dilepaskan dari pengembangan perkotaan dan perdesaan, maupun pengembangan wilayah strategis dan khusus lainnya. Harus ada upaya paduserasi sektoral harus perubahan positif  dalam penataan ruang dan pertanahan yang lebih peka terhadap pelayanan mayarakat umum, kepastian hukum dan pada gilirannya membawa Indonesia menjadi semakin kompetitif di konstelasi regional.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA