Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rumah bagi MBR. Foto ilustrasi: IST

Rumah bagi MBR. Foto ilustrasi: IST

Apersi Targetkan Bangun 150 Ribu Rumah MBR

Senin, 22 Februari 2021 | 15:41 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menargetkan pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 150 ribu tahun ini. Karena itu berharap pemerintah dan perbankan untuk mempermudah proses regulasi, di tengah pandemi covid-19 ini.

“Target kami sebenarnya tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, sebanyak 150 ribu unit rumah MBR, meski kenyataan pada saat pandemi ini hanya mampu membangun 80 ribu unit,” kata Ketua Umum DPP Apersi, Junaidi Abdillah, kepada Investor Daily, di Jakarta, Senin (22/2).

Menurut Junaidi, dampak pandmei Covid-19, memang sangat terasa bagi bisnis properti seperti perumahan. Tidak hanya berdampak kepada kelas menengah atas saja, tetapi juga menengah bawah. Karena perusahaan kebutuhan material banyak yang tutup dan mengganggu proses pembangunan.

“Pastinya dampak itu ada, coba rencana bangun 150 ribu unit hanya terbangun 80 unit, yang dikembangkan oleh Apersi,” katanya.

Ketum Apersi Junaidi Abdillah
Ketum Apersi Junaidi Abdillah

Karena itu, lanjut dia berharap dengan adanya vaksinasi, suku bunga perbankan yang rendah dan kebijakan pemerintah yang memudahkan developer MBR, bisa membangun rumah lebih besar lagi. Apalagi anggara sektor perumahan untuk subsidi sudah mulai meningkat.

“Meski anggaran masih terbatas tetapi sudah ada kenaikan dan ini sebagai langkah positif ke depan,” katanya.

Sehingga tahun 2021, Apersi bisa mampu membangun 150 ribu unit rumah dan bisa membantu masyarakat kecil mendapatkan rumah yang layak. Apersi juga mengusulkan agar kuota rumah subsidi itu ditambah. Kemudian memperpanjang jangka waktu cicilan KPR dan tingkat suku bunga yang disubsidi.

Di sisi porsi pembiayaan, di mana pemerintah sebesar 75% dan SMF (Sarana Multigriya Finansial) sebesar 25%, bisa dievaluasi misalnya pemerintah 50%, SMF 25%, dan bank pelaksana 25%.

“Selain itu, kelompok sasaran (penerima subsidi) juga perlu divaluasi dari sisi penghasilan keluarga. Misalnya, penghasilan keluarga kurang dari Rp4 juta, atau di kisaran Rp4 juta sampai dengan Rp6 juta, sehingga bisa diberikan suku bunga yang sesuai dengan penghasilan keluarga,” jelasnya.

Apersi juga meminta dukungan pemerintah kepada perbankan untuk bisa mengakomodasi masyarakat dengan penghasilan tidak tetap (non-fixed income) mendapatkan KPR subsidi.

“Di sisi lain, PNS, TNI, POLRI, dan MBR sebaiknya juga memiliki fasilitas KPR hingga harga unit maksimal Rp300 juta; di samping itu, seyogianya batasan PPN juga disesuaikan dengan diberlakukannya PPH final,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN