Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Bisnis Bahan Baku Bangunan Meningkat 3%

Gora Kunjana, Kamis, 18 Mei 2017 | 06:40 WIB

TANGERANG- Pasar properti dan infrastrutkur yang terus meningkat setiap tahunnya, berdampak posiitf bagi bisnis bahan bangunan. Bahkan bisnis bangunan ini mengalami pertumbuhan menjanjikan setiap tahunnya.

 

Dirjen Pengembangan Eksport Nasional Kementrian Perdagangan Arlinda mengatakan, bisnis bahan baku berkelanjutan Indonesia alami pertumbuhan 3% dalam waktu lima tahun terakhir dengan nilai total ekspor sebesar USS 2,29 juta.

“Ada lima negara yang menjadi lahan ekspor produk kita, Australia, Singapura, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang,” kata Arlinda dalam pembukaan pameran khusus bidang konstruksi dan infrastruktur, Indoconstech 2017, yang diadakan oleh PT Debindo-ITE di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (17/5).

Menurutnya, pada awal tahun, periode Januari-Februari, eksport alami kenaikkan 10,72% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai transaksinya mencapai USD 378 juta. “Saya kira ini momentum, dampak menggeliatnya sektor pembangunan infrastruktur. Bahkan kami juga punya trade expo yang selalu mengalami kenaikan pengunjung dan eksibitor,” ujarnya.

Pada tahun ini, dilaksanakan 11-15 Oktober nanti. Tahun lalu diselenggarakan yang sama dengan nilai transaksi US$ 1.02 miliar dengan 15.567 buyers (pembeli) dari 105 negara. Nanti akan lebih jadi 125 negara dengan target transaksi US$ 1,1 miliar.


Presiden Direktur PT Debindo-ITE Effi Setiabudi mengakui, pameran yang dilaksanakan sejak 2002 ini selalu alami peningkatan pengunjung. Bahkan lima hotel yang disediakan di sekitar tempat pameran, kamarnya terisi penuh. Animo ini sebanding dengan level dari pameran di atas lahan seluas 50 ribu meter persegi yang diklaim terbesar se-Asia Tenggara ini.

Ini pameran terbesar di Asia Tenggara. Hadir exibitor dalam dan luar negeri. Ada juga asosiasi dari dalam dan negeri serta 20 perwakilan negara asing. Hadir juga perwakilan 23 perguruan tinggi dan arsitektur dengan total 591 peserta," ungkap Effi.

 

Dijelaskannya, pameran ini sedot 5000 tenaga kerja dan menghadirkan karya ramah lingkungan. “Kami coba membangun tanpa merusak lingkungan, salah satunya eksplotasi bambu. Ini bisa gantikan fungsi kayu,” kata Ikatan Arsitek Banten Muqoddas Syuhada. (imm)

BAGIKAN