Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Acara Orientasi Jurnalis Kementerian PUPR,  Jakarta, Senin (20/5).

Acara Orientasi Jurnalis Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (20/5).

BP Tapera Masih Menunggu PP Jalankan Tapera

IMM, Rabu, 22 Mei 2019 | 08:20 WIB

JAKARTA- Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) berharap mulai tahun depan Tapera sudah bisa berjalan dan membantu mewujudkan masyarakat memiliki rumah. Saat ini BP Tapera masih menyelesaikan proses persiapan dan juga menunggu PP (peraturan pemerintah) sebagai petunjuk pelaksana yang belum selesai.

“Ya mudah mudahan tahun depan Tapera ini sudah bisa jalan, sekarang kami dalam proses pembahasan internal dan juga dengan stakeholder lainnya, supaya brand dari Tapera dikenal masyarakat,” kata Deputi Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi BP Tapera Nostra Tarigan, dalam acara Orientasi Jurnalis Kementerian PUPR,  Jakarta, Senin (20/5).

Komisioner dan Deputi Komisioner BP Tapera ini dilantik  pada Maret lalu oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. BP Tapera dibentuk, kata Tarigan karena di Indonesia masih banyak masyarakat menengah bawah yang belum memiliki rumah dan saat ini backlog rumah masih mencapai 11,4 juta unit.

Tingginya urbanisasi, jujuga berdampak kepada meningkatnya backlog rumah. Satu sisi di Indonesia jumlah penduduk yang berusia produktif alami peningkatan namun belum memiliki tempat tinggal. Sementara kemampuan negara untuk menyediakan rumah masih sangat kecil. Karena itu peran BP Tapera ini diharapkan bisa mendorong percepatan merumahkan rakyat, terutama program pemerintah dalam wujudkan sejuta rumah.

Backlog kita masih cukup besar, meski dibandingkan dengan China masih kecil. Masih banyak masyarakat kita yang sampai saat ini belum memiliki rumah yang layak, urbanisasi juga mempengaruhi kenaikan backlog,” kata Tarigan.

Kehadiran Tapera ini, untuk memberikan kemudahan masyarakat mendapatkan rumah. Karena dana yang dikumpulkan berasal dari masyarakat atau pekerja melalui keanggotaan atau kepesertaan. Dana ini berupa dana murah jangka panjang yang bertujuan membantu masyarakat mendapatkan rumah. Kartena itu BP Tapera memiliki tiga tugas pokok dalam menyelenggarakan sistem tabungan perumahan. “Tugas BP Tapera adalah menghimpun dana dari masyarakat supaya melakukan simpanan di BP Tapera, dan diperuntukan bagi masyarakat,” ujarnya.

Peserta yang menjadi anggota Tapera adalah masyarakat aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI-Polri, karyawan BUMN, BUMD, karyawan swasta, wiraswasta atau pekerja mandiri, dan pekerja asing. “Sekarang ini prioritas kami adalah ASN terlebih dahulu, karena untuk menyatukan Tapera dari Bapertarum juga tidak mudah. Nanti diikuti oleh anggota TNI-Polri, karyawan BUMN, BUMD dan pekerja dan lainnya,” ujarnya.

Tugas lain yang dilakukan BP Tapera adalah pemupukan dana Tapera. Maksudnya mengembangkan dana tabungan masyarakat yang sudah dihimpun untuk diinvestasikan sehingga jumlahnya terus bertambah. “Jadi dananya itu dikembangkan, tidak hanya untuk rumah bagi MBR kami akan bekerja sama dengan manajer investasi, tapi harus disiapkan dulu aturannya,”katanya.

Setelah itu tugas dari BP Tapera memberikan jaminan kepada peserta untuk memanfaatkan tabungannya dimanfaatkan untuk membeli rumah baru, atau merenovasi. Saat ini BP Tapera sudah mendapatkan modal awal dari pemerintah sebesar Rp 2,5 triliun. Dana itu digunakan untuk dikelola, dipupuk, dan hasil pengembangannya untuk biaya operasional. Kemudian juga nanti akan ada dana masuk dari Bapertarum senilai Rp10 triliun. Karena lembaga ini dilebur menjadi satu masuk dalam tapera.

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN