Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

BTN Dukung Pembentukan BP Tapera

Gora Kunjana, Minggu, 25 Maret 2018 | 17:10 WIB

JAKARTA- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mendukung program pemerintah dalam pembentukan Badan Pengelola (BP) Tapera untuk penyediaan pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Tentu saya lihat BP Tapera ini sangat bagus kedepan, karena ada pembiayaan perumahan jangka panjang,” kata Direktur Utama BTN Maryono, di Jakarta, Jumat (23/3).

Menurutnya, dengan adanya pembiayaan jangka panjang untuk sektor perumahan ini, program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah bisa lebih labih lagi dan BTN tentu bisa mendapatkan pembiayaan lebih besar lagi kedepan dalam menyalurkan KPR (kredit pemilikan rumah) untuk MBR.

“Tapera ini, sangat bagus dan karena ada dana besar dari masyarakat dalam penyaluran pembiayaan perumahan,” kata dia.

Seperti diketahui bahwa, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan resmi membubarkan Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum-PNS). Pembubaran Bapertarum seiring terbitnya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2016 yang disahkan Presiden Joko Widodo pada 24 Maret 2015 tentang tabungan perumahan rakyat (Tapera).

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti mengatakan, meskipun dibubarkan, nantinya Bapertarum kegiatan pelayanan akan tetap berjalan. Hanya saja, Bapertarum tidak bisa lagi menerima iuran yang dilakukan oleh PNS. Bapertarum PNS bubar di 24 Maret, tapi kegiatan pelayanannya akan tetap berjalan. Jadi tidak akan menerima pinjaman PNS tapi melayani pengembalian pensiunan aktif PNS," ujar Lana

Sebagai ganti pembubaran tersebut, nantinya tugas Bapertarum akan dialihkan kepada Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). Artinya iuran masyarakat khususnya PNS nantinya akan dikelola oleh BP Tapera.

Menurut Lana, dengan adanya pengalihan Bapertarum menuju BP Tapera, diharapkan jumlah pesertanya akan semakin bertambah. Karena tidak hanya PNS yang bisa ikut mengiur, pengawas TNI dan Polri hingga swasta pun memiliki kesempatan untuk melakukan iuran secara sukarela. Saat ini peserta dari Bapertarum PNS sendiri sudah mencapai 4,5 juta. Jumlah tersebut terdiri dari PNS aktif dan PNS non aktif.

“Kami harapkan meliputi peserta jauh lebih luas TNI/Polri, pekerja swasta dan juga pekerja mandiri. Kalau melihat proses bisnisnya diharapkan jauh lebih profesional pesertanya lebih banyak dari Bapertarum yang saat ini 4,5 juta," ucapnya.

Lebih jauh Maryono menjelaskan, pencapaian tahun 2017 berada di atas rata-rata perbankan nasional, BTN tetap menjaga laju pertumbuhan kredit di atas rata-rata industri, yaitu sebesar 22-24%. Tahun 2017 BTN mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 21,01%.

Peningkatan target kredit didasari oleh suksesnya Program Sejuta Rumah yang makin diperkuat tahun ini, baik lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga, maupun Bantuan Uang Muka serta skema baru yang dibuat Kementerian PUPR yaitu Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2PT).

Sesuai dengan strateginya untuk penguatan bisnis KPR, Bank BTN menargetkan bisa meraih dana segar dari FLPP untuk meluluskan target program sejuta rumah. “Tahun ini, Bank BTN menargetkan pembiayaan perumahan sebanyak 750.000 unit,” kata Maryono.

Sekadar informasi, Bank BTN kembali mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk turut serta dalam menyalurkan dana FLPP untuk membiayai ekspansi KPR Subsidi. “Tahun ini, BTN menguasai 36,30% pangsa pasar KPR ini aktif menjemput bola dengan menggandeng perusahaan yang memayungi Masyarakat Berpenghasilan Rendah untuk menabung di Bank BTN baik lembaga pemerintah maupun swasta. (imm)

BAGIKAN