Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BTN. Foto: IST

Bank BTN. Foto: IST

BTN - Pengembang Berkolaborasi Hadapi Pandemi Corona

Imam Mudzakir, Kamis, 21 Mei 2020 | 18:00 WIB

JAKARTA, Investor.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) siap beradaptasi bersama para pengembang dalam mengarungi tata kehidupan baru akibat pandemi Covid-19 (the new normal).

“Hari ini kami membuka diri bersinergi dan berkolaborasi dengan mitra kerja, khususnya para pengembang. Kami membuat strategi agar tetap survive dalam menjalankan bisnis di tengah pandemi Covid-19,” kata Direktur Utama Bank BTN, Pahala N Mansury pada acara webinar Strategi Bisnis Properti Menghadapi Covid-19 di Jakarta, Rabu (20/5).

Acara tersebut mengetengahkan narasumber lainnya, yaitu Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida, Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah, Ketua Umum Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Himperra Harry Endang Kawidjaja, dan pengamat properti dari Indonesia Property Watch Ali Tranghanda.

Pahala menegaskan, BTN siap menjadi mitra pemerintah maupun developer dalam mendorong kebangkitan bisnis properti. Dengan dukungan BTN, the new normal akan menjadi momen kebangkitan industri properti nasional.

“Kami telah membuktikan bahwa selama ini BTN menjadi pendamping setia para pelaku bisnis properti, terutama para pengembang yang membangun rumah, khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” ujar dia.

Di tengah pandemi berlangsung, menurut Pahala Mansury, BTN juga menunjukkan komitmen sebagai bank terbesar dalam menyalurkan KPR subsidi maupun nonsubsidi.

Hingga April 2020, kata dia, penyaluran KPR subsisi BTN menembus 105% dari target perseroan atau terealisasi 26.836 unit. Pencapaian tersebut merupakan realisasi 99% atau Rp 3,57 triliun dari dana subsidi pemerintah yang disalurkan melalui BTN.

“Mulai Mei 2020, BTN sudah siap menyalurkan Subsidi Selisih Bunga (SSB) dengan target 146 ribu unit,” tutur dia.

Pahala mengungkapkan, BTN pada masa pandemi Covid-19 telah membantu bisnis properti Tanah Air tetap berjalan dengan dukungan antara lain tambahan likuiditas untuk penyerapan kuota SSB.

“Kami juga memperbaiki business process, terutama untuk calon debitur ASN, TNI, Polri, serta BUMN kolektif maupun payroll,” papar dia.

Selain itu, BTN telah merelaksasi penyerapan KPR BTN subsidi untuk menjaga pertumbuhan realisasi KPR subsidi. “Kami siap melakukan perbaikan untuk kemajuan bisnis properti sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah,” tandas dia.

Dia menjelaskan, the new normal harus dijawab dengan sinergi dan kolaborasi untuk terus membangun rumah. BTN siap mendukung. “Mari saling berkolaborasi karena kerja sama antara bank dan pengembang perumahan adalah kunci utama untuk mendorong kebangkitan sektor properti,” tegas dia.

Dia menambahkan, sekarang adalah momentum untuk mendorong percepatan membangun rumah sebagai dukungan atas Program Sejuta Rumah yang diinisiasi presiden sejak 2015.

Sementara itu, Ketua Umum DPP REI, Paulus Totok Lusida mengemukakan, REI telah mengajukan sejumlah usulan kepada pemerintah agar para pengembang diberikan keringanan dan penghapusan pajak penghasilan (PPh) 21 serta restrukturisasi kredit bagi para developer.

“Untuk perbankan, kami harapkan ada keringanan suku bunga kredit konstruksi bagi pengembang yang membangun perumahan untuk MBR. Kami juga meminta perbankan siap menerapkan mekanisme akad kredit secara virtual selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan,” ujar dia.

Lobi Pemeritah

Ketua Himperra, Harry Endang Kawidjaja juga meminta pemerintah memberikan relaksasi agar anggota Himperra dapat terus membangun rumah untuk rakyat.

“Asosiasi dapat bersatu melobi pemerintah agar membuat skema pembiayaan khusus pandemi.Jadi, bagaimana caranya agar ke depan, kami bisa terus membangun rumah untuk mendukung program pemerintah," tutur dia.

Menurut pengamat properti dari Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghada, langkah BTN membuka diri kepada para pengembang di tengah pandemi sungguh  tepat. “Sudah saatnya semua pihak bersama-sama menyelesaikan masalah agar bisa survive,” kata dia.

Ali menjelaskan, para pengembang perlu menata ulang anggaran keuangannya, meningkatkan efisiensi, menjaga cash flow, dan dana cadangan. “Jika diperlukan, pengembang sebaiknya meminta kebijakan restrukturisasi kepada perbankan,” ujar dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN