Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja menyelesaikan pekerjaan sebuah proyek properti di Serpong, Tangerang Selatan.  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pekerja menyelesaikan pekerjaan sebuah proyek properti di Serpong, Tangerang Selatan. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Colliers: Pengembang Mulai Percaya Diri

Rabu, 7 April 2021 | 22:44 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -Konsultan properti Collier International Indonesia menilai, meski kinerja properti untuk sektor apartemen pada kuartal pertama tahun 2021 ini masih alami tren penurunan. Namun dengan adanya kebijakan dan stimulus pemerintah, membuat pengembang mulai percaya diri untuk mengembangkan proyeknya.

“Saat ini kepercayaan diri pengembang kembali bangkit, hal ini seiring dengan adanya kebijakan insentif PPN dan program vaksinasi oleh pemerintah. Hal ini, terlihat dengan adanya empat proyek baru yang diperkenalkan dengan dua di antaranya sudah dalam tahap launching,” ungkap Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto, di Jakarta, Rabu (7/4).

Menurutnya, insentif PPN untuk sektor properti pada kuartal I tahun ini belum terlihat. Namun demikian, sudah mulai terlihat kenaikan peminat pada apartemen yang sudah jadi. Sehingga banyak developer yang mempercepat proyek yang sudah dikerjakannya agar bisa selesai dan mendapatkan insentif. Pasalnya insentifnya hanya sampai Agustus.

Ferry mengatakan, program vaksinasi dan kebijakan pemerintah di sektor properti akan berdampak pada pemulihan. Setelah vaksinasi dilakukan diharapkan kegiatan konstruksi akan kembali pulih dan sebagian proyek yang di-hold bisa dilanjutkan kembali. “Diperkirakan tahun ini terdapat tambahan pasokan unit apartemen sebanyak 4.014 unit,” ujarnya.

Sedangkan sampai dengan kuartal pertama tahun ini, belum ada apartemen di Jakarta yang diserahterimakan. Jadi total pasok unit apartemen di Jakarta, saat ini sebanyak 215.291 unit. “Tidak ada proyek yang diserahterimakan pada kuartal I tahun ini,” kata Ferry.

Sedangkan untuk harga jual apartemen saat ini cenderung relatif stagnan, dampak dari menurunnya perekonomian akibat pandemi. Harga jual apartemen antara kuartal I-2021 dengan kuartal 1-2020 relatif stagnan atau tidak ada perubahan. “Rata-rata harga jual apartemen stagnan di angka sekitar Rp 35 juta per meter persegi,” katanya.

Data Colliers menyebutkan bahwa, pada kuartal I-2019 harga rata-rata apartemen sekitar Rp34,1 juta per meter persegi, sedangkan harga rata-rata pada kuartal I-2018 adalah sekitar Rp 32,9 juta meter persegi.

Ferry juga berharap bahwa, sebagian besar proyek mulai dilanjutkan, dan kegiatan konstruksi bisa kembali pulih setelah program vaksinasi. “Beberapa proyek diprediksi akan diserahterimakan pada kuartal II atau kuartal III 2021, untuk mengejar keuntungan dari insentif PPN,” ujarnya.

Ferry berpendapat bahwa, insentif PPN ini  sebaiknya waktunya tidak dibatasi sampai Agustus, dan perlu diperpanjang lagi sampai akhir tahun agar properti berjalan dan ekonomi juga ikut terus tumbuh.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN