Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Komplek perumahan FLPP. Foto ilustrasi: IST

Komplek perumahan FLPP. Foto ilustrasi: IST

FLPP Terserap 100%, BTN Siap Salurkan Tambahan Kuota FLPP

Rabu, 18 November 2020 | 23:41 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan kesiapannya dalam menyerap tambahan kuota kredit pemilikan rumah (KPR) melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Direktur BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, perseroan sangat mengharapkan adanya tambahan kuota kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi baik melalui skema FLPP, subsidi selisih bunga (SSB) maupun skema KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

“Karena kita sangat meyakini permintaan KPR subsidi tahun 2021 akan lebih tinggi dari 2020,” jelas Nixon, Rabu (18/11)

Direktur Finance, Planning, and Treasury BTN Nixon L.P Napitupulu saat pemaparan kinerja BTN kuartal III-2020 secara virtual, Kamis (22/10)
Direktur Finance, Planning, and Treasury BTN Nixon L.P Napitupulu.

Nixon mengatakan, adanya tambahan kuota FLPP karena pertumbuhan di sektor perumahan akan  mendorong naiknya pertumbuhan 172 industri pendukung dan penyerapan tenaga kerja kembali.

“Tentu BTN siap menyerap tambahan kuota FLPP yang diberikan pemerintah,” jelasnya.

Seperti diketahui, tingginya minat masyarakat untuk memiliki rumah FLPP Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) berencana menambah kuota penyaluran dana FLPP.

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan, pemerintah menargetkan kuota penyaluran dana FLPP sepanjang tahun ini sebesar 102.500 unit hunian. Tercatat hingga Rabu (18/11) dana FLPP telah disalurkan sebanyak 102.665 unit senilai Rp10,52 triliun atau sebanyak 100,16% dari target yang ditetapkan pemerintah. Sedangkan jika dilihat dari nilai rupiah yang ditugaskan kepada PPDPP untuk menyalurkannya, maka sudah terserap sebesar 95,66%.

“Masih ada dana FLPP sebesar 4,34% dari Rp11 triliun yang diamanatkan pemerintah kepada PPDPP. Sehingga kami optimistis di sisa tahun anggaran 2020 ini akan menyalurkan hingga 110.000-an unit atau secara tepatnya menurut perhitungan mencapai 107.600 unit rumah,” kata Arief.

Arief Sabaruddin, Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP)
Arief Sabaruddin, Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP)

Berdasarkan perjanjian kerjasama antara PPDPP dengan 42 bank pelaksana, setiap bank memiliki kuota dan total unit yang harus direalisasikan dalam tahun perjanjian. Dari kuota yang ditetapkan semua  bank pelaksana sudah memenuhi kewajibannya.

“Kami memberikan apresiasi kepada bank pelaksana yang sudah bekerja optimal dalam menyalurkan dana FLPP. Sisa anggaran yang masih ada akan segera direalisasikan lagi sehingga penyaluran tahun 2020, berada di atas target yang ditetapkan. Kami akan mendistribusikan kepada 11 bank pelaksana,” jelasnya.

Arief Sabaruddin menegaskan bahwa perjanjian kerja sama dengan bank pelaksana untuk tahun 2021 akan segera dilaksanakan pada minggu ke-3 Desember sekaligus menjadi ajang bagi PPDPP untuk segera merilis produk terbarunya.

“Dari hasil evaluasi kami melihat 75% bank pelaksana yang bekerjasama dengan PPDPP tahun 2020 berkinerja bagus,” ujarnya.

Sedangkan hingga kuartal III/2020, BTN berhasil menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp 254,91 triliun. Dari angka tersebut, KPR masih mendominasi, yakni senilai Rp196,51 triliun atau naik 1,39% year on year (yoy) dari Rp193,8 triliun pada kuartal III/2019. Dari total penyaluran KPR, porsi KPR subsidi mencapai Rp116,32 triliun atau lebih tinggi dibandingkan KPR non-subsidi yang sebesar Rp 80,18 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN