Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangunan properti. Foto ilustrasi: IST

Pembangunan properti. Foto ilustrasi: IST

Investor Optimistis Properti Bakal Rebound 2021

Senin, 25 Januari 2021 | 17:15 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id –Perusahaan konsultan properti Colliers International menilai bahwa, sebagian besar para investor optimistis bahwa properti bakal rebound pada tahun 2021 ini. dimana bakal ada lonjakan investasi yang mencapai 50% lebih yang diperkirakan bakal terjadi pada semester kedua tahun ini.

Hasil temuan Colliers menyebutkan Sydney masih menjadi nomor satu untuk investasi tahun 2021. 74% investor yakin untuk melakukan investasi, 55 % investor berharap menjadi pembeli pada tahun 2021, dan 41% investor memperkirakan stabil ekonomi dan properti.

Hal ini menunjukkan bahwa adanya kepercayaan pasar yang luas bagi sektor properti. Hal ini didorong oleh perkembangan vaksin yang ditemukan baru baru ini serta stimulus pemerintah untuk mendorong ekonomi.

Head of Capital Markets Global di Colliers International,  Tony Horrell mengatakan, berdasarkan analisis global Colliers, yang memberi pandangan bahwa minat investor dan minat yang diharapkan, hambatan jangka panjang di sektor properti tetap utuh. Dengan volume ekuitas yang meningkat secara global dan kebutuhan akan aset riil, investor ingin menggunakan modal yang tersimpan bisa digunakan untuk peluang investasi sepanjang tahun.

“Kami memperkirakan akan melihat pergerakan tahun ini, dengan investor mengeksplorasi semua jenis aset dari senior care homes hingga proyek infrastruktur publik.” Kata Tony Horrell dalam siaran pers, Senin (25/1).

Managing Director, Capital Markets & Investment Services Asia, Terence Tang mengatakan, kantor grade A di kota-kota besar dan utama seperti Sydney, Melbourne, Singapura, dan Hong Kong menjadi  fokus utama bagi para investor regional. Dengan Covid-19 tampaknya akan mempercepat peralihan ke aset yang berkualitas tinggi yang memenuhi permintaan kesehatan dan keberlanjutan.

“Pertumbuhan perusahaan teknologi dan start-up di kawasan in membuat permintaan real estate cukup tinggi yang terkait teknologi termasuk kawasan bisnis, ” kata Terence Tang.

Di Australia, dengan skema dana superannuation yang perlu diinvestasikan, pasarnya kurang besar, sehingga sebagian uang itu akan masuk ke luar negeri, selain itu kita juga banyak mendapat perhatian dari investor global karena stabilitas dan penanganan Covid -19.

“Kami melihat lebih banyak pergerakan ke alternatif, dan lebih banyak investasi bersama, di mana investor asing bermitra dengan manajer lokal.” ”kata John Marasco, Direktur Pelaksana, Pasar Modal & Layanan Investasi, Australia & Selandia Baru.

Hasil laporan menyebutkan bahwa hampir 300 responden termasuk investor lembaga besar, perusahaan properti, dana kekayaan negara, dana ekuitas swasta, perusahaan keluarga dan pengelola uang pihak ketiga, menunjukkan bahwa 98 % investor di semua wilayah bertujuan untuk memperluas portofolionya, dengan sekitar 60 % ingin berkembang lebih dari 10 %.

Dimana poin penting dari laporan Colliers Global Capital Markets 2021 menyebutkan bahwa, perkantoran untuk kelas atas, tetap menjadi target utama. Investor dengan modal internasional menganggap likuiditas sektor perkantoran di pusat komersial seperti New York, London dan Sydney sangat menarik. Karena memiliki aset kantor yang memenuhi standar kesehatan, keberlanjutan, dan teknis penting bagi investor.

Kemudian sektor logistik dan perumahan berkembang pesat. Kedua sektor tersebut termasuk di antara tiga pilihan teratas investor di semua wilayah.

“Permintaan yang tinggi untuk aset ini akan membutuhkan investor untuk memperluas fokus geografis mereka dan membangun portofolio melalui platform usaha patungan dan kemitraan lokal,” katanya.

Peluang untuk menggunakan kembali aset ritel dan perhotelan yang didiskon. Investor mengharapkan untuk melihat penurunan lebih dari 20 % di sektor ini. Mereka ini memainkan kesempatan langka untuk memperoleh aset yang tertekan untuk inisiatif repurposing.

Alternatif, platform, dan kemitraan memainkan peran yang lebih besar. Meningkatnya permintaan untuk real estat alternatif seperti pusat data, kehidupan lansia, mencerminkan perubahan struktural yang lebih luas yang diperkuat oleh Covid-19.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN