Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tol Jakarta-Cikampek II Elevated diresmikan Presiden Jko Widodo pada Kamis (12/12).  Sumber: handout

Tol Jakarta-Cikampek II Elevated diresmikan Presiden Jko Widodo pada Kamis (12/12). Sumber: handout

Kawasan Timur Jakarta Masih Sangat Potensial

Imam Mudzakir, Senin, 13 Januari 2020 | 19:13 WIB

JAKARTA, Investor.id- Kawasan timur Jakarta dinilai masih sangat potensial untuk pengembangan proyek properti. Selain ditopang oleh kesiapan infrastruktur transportasi, kawasan itu juga memiliki basis ekonomi industri yang kuat.

“Salah satu yang membuat properti terus tumbuh adalah adanya infrastruktur yang sudah siap. Karena itu, kawasan timur Jakarta masih sangat potensial untuk terus meningkat kedepannya,” ungkap Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, dalam paparan Jakarta Eastern Coridor Market Highlight 2020, di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Senin (13/1).

Selain itu, tambah dia, harga tanah di kawasan ini juga masih sangat terjangkau dan masih lebih murah dua kali lipat dibandingkan dengan kawasan di barat Jakarta.

Ali mengatakan, kawasan timur Jakarta memiliki keunggulan dalam segi infrastruktur. Kini, setidaknya ada 10 infrastruktur transportasi yang mencakup Jakarta-Cikampek Elevated Toll, Double-Double Track Manggarai-Cikarang, kereta ringan (light rail transit/LRT), Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, dan JORR II Cimanggis-Cibitung. Lalu, kereta cepat Jakarta-Bandung, Pelabuhan Patimban, Bandara Karawang, Kawasan Ekonomi Khusus Bekasi-Karawang-Purwakarta (Bekapur), dan Rencana MRT Tahap III Balaraja-Cikarang.

Menurut dia, koridor timur Jakarta juga memiliki basis ekonomi industri yang kuat melalui keberadaan berbagai kawasan industri seperti MM 2100, Delta Silicom, EJIP, BIIE, Jababeka, dan Delta Mas. Selain itu, Cikarang tercatat menyumbangkan 34,45% penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) serta volume ekspor nasional hingga 45%.

Di sisi lain, jelas Ali, harga tanah di koridor timur Jakarta juga masih lebih murah, yaitu berkisar Rp 5 – 12 juta/m², berbeda dengan koridor barat yang telah mencapai kisaran Rp 9–17 juta/ m². Perbedaan harga tanah terjadi karena koridor barat sudah berkembang lebih awal dibandingkan koridor timur.

“Harga tanah yang murah, serta potensi bidang infrastruktur dan basis ekonomi industri bahkan tidak dimiliki di wilayah lain, bahkan koridor Barat,” kata Ali.

 

 

Mismatch Product

 

Sementara itu, Ali menjelaskan bahwa saat ini di koridor timur Jakarta terjadi pembangunan produk yang keliru (mismatch). “Kondisi ini (mismatch) disebabkan oleh banyak pengembang yang cenderung menjual hunian untuk segmen kelas atas, sementara pasar menengah ke bawah-lah yang potensial,” ujar dia.

Dia menjelaskan, siklus properti yang potensial masih berada di pasar menengah bawah dengan harga hunian berkisar di Rp 300 juta sampai Rp 1 miliar. “Kini (pengembang) harus dapat membidik end-user menengah ke bawah. Karena saat ini adanya kelesuan pada daya beli investor sehingga hunian dengan rentang harga di atas Rp 1 miliar kurang diminati,” tuturnya.

Komposisi potential market sebagai end-user di koridor timur Jakarta, tepatnya berada di Kabupaten Bekasi, yaitu sebanyak 51,4% didominasi oleh rentang penghasilan di atas Rp 4,5 juta per bulan dengan eskpektasi pembelian rumah di bawah 1 miliar.

Ali mengungkapkan, keadaan mismatch ini dapat teratasi dengan adanya pembangunan hunian yang terjangkau. “Hunian terjangkau dan memiliki ruang terbuka hijau dapat menjadi solusi, serta menghilangkan image gersang, polusi, sampah akibat maraknya kawasan industri di Koridor Timur,” kata dia.

Selain itu, transformasi kota juga dapat mendukung mengatasi permasalahan lesunya pasar properti di koridor timur Jakarta. Pembangunan yang semakin lengkap seperti sekolah dan pusat perbelanjaan dapat meningkatkan daya tarik di koridor timur. “Keunggulan dari barat Jakarta ini karena memiliki fasilitas bagus seperti sekolah internasional yang cukup bagus dan juga sarana komersial seperti mall dan lainnya. Hal ini yang harus dilakukan developer di kawasan Timur Jakarta,” ujarnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN