Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Konsep hunian Podomoro Tenjo, Bogor, Jawa Barat.

Konsep hunian Podomoro Tenjo, Bogor, Jawa Barat.

Kota Podomoro Tenjo Kebanjiran Peminat

Selasa, 13 Oktober 2020 | 15:03 WIB
Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Jakarta, Investor.id – Kota Podomoro Tenjo, Bogor, Jawa Barat diklaim kebanjiran peminat. Proyek besutan Agung Podomoro Group (APG) dan PT Agung Podomoro Land Tbk (APL) itu berdiri di atas lahan seluas 650 hektare (ha).

Manajemen APL menyatakan bahwa proyek tersebut menyasar pembeli rumah pertama. “Sampai saat ini, sudah sekitar 1.200 calon konsumen yang berminat membeli rumah di Podomoro Tenjo. Kami optimistis konsumen rumah pertama masih cukup tinggi, apalagi jika pandemi Covid-19 sudah reda,” ujar Zaldy Wihardja, assistant vice president Marketing Residential PT Agung Podomoro Land Tbk, saat menjawab pertanyaan Investor Daily, baru-baru ini.

Dia menambahkan, mayoritas konsumen berasal dari kawasan Jakarta Barat, Tangerang, dan daerah barat Jakarta lainnya.

Menurut Zaldy, saat calon konsumen mengambil nomor urut pembelian (NUP), mereka melengkapinya dengan kartu tanda penduduk (KTP) dan nomor pokok wajib pajak (NPWP). “Artinya, calon pembelinya sudah jelas. Mereka tidak sekadar membeli nomor,” tegas dia.

Mayoritas konsumen, sambungnya, memilih rumah tipe 36/72, yakni sekitar 30% dari total pemesan. Lalu, tipe 41/60 sekitar 20%. “Sisanya campuran untuk tipe 27 hingga tipe 52,” ujar Zaldy.

Proyek Podomoro Tenjo berdiri di atas lahan seluas 650 ha. Pengembangan proyek tersebut diprediksi memakan waktu lebih dari 10 tahun. Investasi untuk pembangunan dua klaster hunian tapak tahap pertama ditaksir membutuhkan Rp 500 miliar. “Kini, untuk perapihan lahan sudah dimulai, termasuk infrastruktur. Tapi, untuk pembangunannya dimulai tahun 2021,” ujar Zaldy.

Selain APL, pengembang yang baru saja menggulirkan proyek di kawasan Bogor, Jawa Barat adalah PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) lewat proyek Summarecon Bogor.

Summarecon) memperkirakan investasi yang digelontorkan untuk membangun proyek Summarecon Bogor tembus Rp 20 triliun. Proyek kota mandiri tersebut berdiri di atas lahan 500 hektare (ha). "Total investasi pembangunan proyek ini bisa mecapai Rp 20 triliun lebih. Dalam membangun proyek ini kami bermitra dengan Honda Immora Group," ujar Herman Nagaria, direktur Pengembangan Bisnis PT Summarecon Agung Tbk, dalam jumpa pers virtual, belum lama ini.

 

Dampak Pandemi

Zaldy pernah mengatakan, pihaknya akan membangun Podomoro Tenjo dalam beberapa tahap. Pada tahap pertama akan dikembangkan hunian di atas lahan seluas 150 ha. Lalu, tahap kedua sekitar 150 ha. “Kami perkirakan 10.000 unit hunian akan dikembangkan di proyek ini,” kata dia.

Dia menjelaskan, pandemi Covid-19 memengaruhi penjualan properti. Pandemi berpengaruh kepada minat konsumen untuk membeli properti. “Kalau Covid-19 sudah berlalu, bisnis properti akan bangkit. Penjualan akan meningkat,” ujarnya.

Menurut Vice President Corporate Marketing PT Agung Podomoro Land Tbk, Agung Wirajaya, kebutuhan akan hunian di kelas menengah masih cukup tinggi. Karena itu, Podomoro Tenjo menyasar kelas menengah bawah dengan harga berkisar Rp 200-500 jutaan.

“Di tengah kondisi yang kurang menguntungkan saat ini, kami masuk sebagai katalisator dan mengisi kekosongan untuk hunian yang layak kepada masyarakat,” kata dia, beberapa waktu lalu.

Editor : Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN