Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Senior Associate Director, Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto

Senior Associate Director, Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto

Kuartal III, Tak Ada Proyek Baru Apartemen Diluncurkan di Jakarta

Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:59 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -- Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, pada kuartal III-2020 tidak ada proyek baru apartemen yang diluncurkan di Jakarta. Sedangkan beberapa proyek yang diperkenalkan pada kuartal sebelumnya diputuskan untuk di-hold penjualannya, sehingga mengurangi proyeksi tambahan pasokan.

Konsultan properti Colliers International Indonesia mencatat kinerja properti sektor apartemen pada kuartal III-2020 hanya ada tambahan pasokan baru sebanyak 649 unit dari satu proyek properti Permata Hijau Suites. Sehingga total pasokan apartemen yang dipasarkan di Jakarta mencapai 212.593 unit.

“Dibandingkan tahun lalu, pasokan apartemen tahun ini alami penurunan drastis. Pada tahun 2019 pasokan mencapai 11.834, sampai dengan kuartal III tahun 2020 hanya 3.034 unit,” ungkap Ferry Salanto, di Jakarta, belum lama ini.

Menurut dia, tingkat serapan apartemen di Jakarta masih stagnan di angka 87,7%. Sedangkan jumlah unit yang terserap pada kuartal III tahun 2020 hanya mencapai 168 unit. “Tingkat serapan masih akan stagnan sampai akhir tahun, karena keadaan yang belum pasti sehingga membuat konsumen menjadi ragu-ragu,” katanya.

Kemungkinan besar tingkat serapan akan mengalami sedikit pemulihan di tahun 2021, naik sekitar 1-2%. Sedangkan untuk harga jual di kuartal III juga masih stagnan di angka Rp 34,96 juta per meter persegi (m2) atau hanya ada kenaikan 0,1% per kuartal.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, mayoritas pengembang tidak menaikkan harga selama kuartal III, malah banyak yang memberikan diskon 2% hingga 20% ditambah promo lainnya. “Kemungkinan besar harga akan tetap sama sampai akhir tahun 2020 dan sedikit meningkat di tahun 2021,” katanya.

Sementara untuk harga sewa service apartemen mengalami penurunan 0,5% per kuartal atau sekitar 5% dibandingkan tahun 2019. “Penurunan harga sewa akan berlanjut sampai tahun depan antara 1% hingga 5%. Karena semakin ketatnya persaingan (banyak proyek baru yang akan buka di tahun depan),” katanya.

Karena belum adanya kepastian pandemi ini kapan berakhir, Ferry menyarankan, developer sebaiknya tidak meluncurkan proyek baru saat ini. “Sebaiknya fokus untuk menyelesaikan proses konstruksi proyek yang sudah berjalan untuk menjaga reputasi, serta menyelesaikan penjualan di proyek-proyek yang sudah jadi terlebih dahulu. Apalagi ada beberapa proyek yang mulai di-hold di pasaran,” katanya.

Untuk jangka panjang membuat proyek baru di area luar kota masih besar. Hal ini karena di masa sekarang orang cenderung membutuhkan area yang lebih luas untuk tempat tinggal yang nyaman namun tetap terjangkau. “Apabila WFH dijalankan dan berpotensi menjadi kultur yang akan dijalankan banyak masyarakat, maka akan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah,” ujarnya.

Sementara itu, pasar apartemen yang masih hidup dan laku di pasaran berada di proyek dengan harga di bawah Rp 1,5 miliar per unit, bahkan konsumen diberikan kemudahan sesuai dengan kesanggupan dan sesuai dengan harga rumah yang paling banyak dijangkau.

“Bagi pembeli, saat ini termasuk yang tepat untuk membeli atau pindah sewa tempat tinggal, karena developer atau landlord bisa memberikan diskon yang lebih besar, dibandingkan pada saat ekonomi membaik dan pasar properti pulih, harga bisa meningkat signifikan seperti yang terjadi sebelumnya,” kata Ferry.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN