Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ronald Wihardja, direktur PT Megapolitan Developments Tbk

Ronald Wihardja, direktur PT Megapolitan Developments Tbk

Megapolitan Berharap Vaksinasi Dorong Properti

Rabu, 6 Januari 2021 | 10:06 WIB
Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Jakarta, Investor.id – PT Megapolitan Developments Tbk berharap kehadiran vaksin Covid-19 mampu mendorong industri properti kembali bangkit. Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada masalah kesehatan dan sosial, namun juga membuat perekonomian melemah, termasuk sektor properti.

“Kehadiran vaksin tersebut tentunya memberi harapan terhadap kebangkitan ekonomi terutama di sektor properti,” ujar Direktur PT Megapolitan Developments Tbk Ronald Trisna Wihardja, dalam jawaban tertulis kepada Investor Daily, Selasa (5/1).

Sebagaimana diberitakan, pemerintah menargetkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dimulai pekan depan, untuk memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19.  Saat ini, pemerintah telah memiliki 3 juta dosis vaksin Covid-19 yang berasal dari Sinovac.

“Pemerintah segera mulai melakukan vaksinasi, yang dijadwalkan sekitar pertengahan bulan atau minggu depan," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Senin (4/1).

Dia mengatakan, proses vaksinasi hanya menunggu izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta  sertifikat halal.

Menurut Ronald, tahun 2020, pertumbuhan industri properti minus, tetapi tahun 2021 bisa jadi pertumbuhan kembali positif seiring optimisme vaksin Covid-19. “Saat pandemi Covid-19, mengingat adanya kebijakan bekerja dan belajar dari rumah, cukup banyak masyarakat mencari rumah, terutama yang memiliki harga terjangkau dengan segmen landed harga di bawah Rp 1 miliar,” ujar dia.

Mengutip laporan keuangan perseroan, per 30 September 2020, Megapolitan mengantongi pendapatan usaha dari penjualan rumah sebesar Rp 9,83 miliar. Angka itu melonjak sekitar 85% dibandingkan dengan periode sama 2019 yang sekitar Rp 5,08 miliar.

Di tengah pandemi Covid-19, secara keseluruhan, sepanjang Januari-September 2020, penjualan Megapolitan merosot 52%, yakni dari Rp 132,48 miliar menjadi Rp 63,73 miliar.

Melemahnya penjualan properti di tengah pandemi Covid-19 terlihat dari 60 emiten properti yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).  Per akhir September 2020, pendapatan 60 emiten properti rata-rata tercatat menurun 17% dibandingkan dengan periode sama 2019, yakni dari Rp 52,12 triliun menjadi Rp 43,48 triliun.

Editor : Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN